Disnaker Nganjuk Siapkan Instruktur Ciptakan Tenaga Kerja Berdaya Saing Global

oleh -99 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 27 at 3.04.25 PM
Bimtek Metodologi Pelatihan bagi para instruktur LPKS dan BLKK di Aula Kantor Disnaker Nganjuk (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Metodologi Pelatihan bagi para instruktur Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) pada Kamis (26/3).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Disnaker Nganjuk diikuti oleh instruktur dari berbagai lembaga pelatihan kerja se-Kabupaten Nganjuk, dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi mereka dalam menyampaikan materi secara efektif, sistematis, dan terstruktur.

“Kami melaksanakan kegiatan Bimtek metodologi pelatihan bagi para instruktur. Kegiatan ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas dan potensi instruktur, termasuk dalam aspek kreativitas dan pemanfaatan platform digital seperti Tokopedia,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk Itsna Shofiani, Jumat (27/3)

Selain meningkatkan kemampuan penyampaian materi, Bimtek ini juga diarahkan agar proses pelatihan yang diberikan selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Hal ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri yang terus berkembang, terutama di era digital dan ekonomi kreatif.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga tahap akhir, sehingga nantinya mampu meningkatkan kualitas pelatihan kerja di Kabupaten Nganjuk dan mencetak tenaga kerja yang kompeten,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan terkait tiga komponen utama: metodologi pelatihan, teknik komunikasi pembelajaran, serta penyusunan kurikulum berbasis kompetensi. Materi ini dinilai sangat penting untuk menjawab tantangan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah dan berkembang pesat.

“Para instruktur tidak hanya dituntut memahami aspek teknis pelatihan, tetapi juga harus mampu mengelola administrasi pelatihan serta mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan lingkungan kerja,” jelas Itsna mengenai tuntutan yang harus dipenuhi oleh para instruktur.

Rangkaian kegiatan Bimtek ini tidak akan berhenti pada pembekalan materi semata. Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi yang dijadwalkan pada tanggal 30 Maret 2026. Ujian tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap peserta memiliki kualifikasi yang sesuai sebagai instruktur profesional.

Dengan adanya Bimtek Metodologi Pelatihan ini, diharapkan LPKS dan BLKK di Kabupaten Nganjuk mampu mencetak lulusan pelatihan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi baik di pasar kerja nasional maupun tingkat internasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.