KabarBaik.co, Jakarta– Transformasi besar yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) melalui Visi Saudi 2030 terus membuahkan hasil. Arab Saudi mencatat lonjakan signifikan dalam World Happiness Report 2026, menempati peringkat 22 dari 147 negara dengan skor 6,817 dari 10. Capaian ini melompat sepuluh tingkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Kerajaan masih berada di peringkat 32 dengan skor 6,6.
Peringkat terbaru ini mengantarkan Arab Saudi mengungguli sejumlah negara dengan perekonomian besar, seperti Amerika Serikat (23), Kanada (25), dan Inggris (29). Di kawasan Teluk, posisi Saudi kini berada tepat di bawah Uni Emirat Arab (peringkat 21), sekaligus melampaui Kuwait yang pada 2025 sempat berada di atas Saudi.
Laporan yang dirilis bertepatan dengan Hari Kebahagiaan Internasional (20 Maret) oleh Wellbeing Research Centre University of Oxford, bekerja sama dengan Gallup dan UN Sustainable Development Solutions Network, mengevaluasi kepuasan hidup berdasarkan PDB per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan dalam membuat pilihan hidup, kedermawanan, serta persepsi terhadap korupsi.
Program Kualitas Hidup: Mesin Utama Kebahagiaan
Di balik capaian ini, terdapat Program Kualitas Hidup (Quality of Life Program) yang menjadi salah satu pilar utama Visi Saudi 2030. Program ini secara resmi menggunakan World Happiness Report sebagai tolok ukur utama keberhasilan.
Hasilnya nyata: Sektor-sektor kualitas hidup menyumbang lebih dari USD 20,5 miliar terhadap PDB Arab Saudi. Investasi non-pemerintah di sektor ini mencapai lebih dari USD 5,8 miliar. Ekspor non-migas meningkat lebih dari USD 5,6 miliar.
Peran Sentral MBS: Arsitek Transformasi
Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri, adalah penggerak utama di balik setiap kebijakan transformasional. Dalam rapat kabinet yang dipimpin langsung olehnya, Dewan Menteri memuji pencapaian Arab Saudi yang kini memiliki 16 Kota Sehat (Healthy Cities) yang diakui WHO—sejalan dengan meningkatnya harapan hidup menjadi 79 tahun.
Di bawah kepemimpinannya, reformasi sosial besar-besaran diluncurkan: pembukaan sektor hiburan, pemberdayaan perempuan dengan pelonggaran sistem perwalian, dan pembukaan lapangan kerja baru melalui diversifikasi ekonomi. Kebijakan-kebijakan ini secara langsung berdampak pada peningkatan kebebasan individu dan kualitas hidup—dua pilar utama kebahagiaan yang diukur dalam laporan tahunan tersebut.
Bukti Percepatan Visi 2030
Lompatan dari peringkat 32 pada 2025 ke peringkat 22 pada 2026 dalam kurun waktu satu tahun menunjukkan percepatan implementasi Visi 2030 yang semakin masif. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan secara statistik, tetapi juga menjadi bukti bahwa kebahagiaan rakyat dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan di bawah kepemimpinan yang konsisten.
Dengan target-target ambisius yang terus dikejar, Arab Saudi di bawah kepemimpinan MBS menunjukkan tekadnya untuk menjadi salah satu negara dengan kualitas hidup terbaik di dunia dalam satu dekade mendatang. (*)






