KabarBaik.co, Gresik – Setiap kali hujan deras mengguyur, Terminal Bunder Gresik langsung berubah menjadi “kolam” dadakan. Genangan air lumayan tinggi membuat ribuan penumpang bus reguler dan Trans Jatim kesulitan naik-turun bus, basah, dan khawatir tergelincir.
Ironisnya, terminal yang kini jadi pintu gerbang utama koridor Trans Jatim ini justru semakin ramai, tapi belum linier dengan peningkatan infrastrukturnya. Banyak warga yang rutin melintas di Terminal Bunder, belakangan mengeluhkan dua masalah utama. Yakni, banjir rutin dan toilet yang “mengerikan”.
“Setiap hujan deras dikit, pasti banjir. Saluran airnya tersumbat. Penumpang Trans Jatim yang turun dari bus langsung harus nyebrang genangan,” kata salah seorang penumpang yang sering bolak-balik Gresik-Surabaya.
Tak kalah parah, kondisi toilet di area terminal kerap rusak, bau pesing, dan terlihat jorok. Bahkan ada yang menyebut toilet pria “butuh pemeliharaan serius”. Padahal, dengan semakin banyaknya koridor Trans Jatim (Koridor 1 Gresik-Surabaya-Sidoarjo, Koridor 3 Gresik-Mojokerto, Koridor 4 ke Lamongan, dan seterusnya) yang bertolak dan berhenti, ada ribuan orang setiap hari bergantung pada fasilitas terminal.
Belum lagi soal fasilitas penunjang. Warga yang kini semakin sering menggunakan terminal ini berharap ada ATM dan sejenisnya. “Terminal sudah hidup, tapi fasilitasnya masih seperti dulu,” keluh seorang pengguna.
Padahal, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sendiri beberapa kali mempromosikan Trans Jatim dan bahkan naik bus dari Terminal Bunder pada Januari 2026 lalu. Kini, saat program andalannya itu semakin diminati masyarakat, terminal asalnya justru dikeluhkan.
Warga berharap Pemprov Jatim dan Dinas Perhubungan segera turun tangan. Membersihkan saluran air agar tak banjir lagi, memperbaiki dan membersihkan toilet secara rutin, serta menambah fasilitas dasar seperti ATM dan penunjang lainnya.
Karena penumpang Trans Jatim bukan sekadar angka. Mereka adalah pelajar, pekerja, pedagang, dan keluarga yang setiap hari bergantung pada terminal ini. Sudah saatnya Terminal Bunder naik kelas, tidak hanya jadi simbol transportasi modern, tapi juga benar-benar nyaman dan layak digunakan. (*)









