KabarBaik.co, Jember – Praktik mafia BBM bersubsidi kembali terbongkar. Kali ini, sebuah aksi heroik sekaligus mencekam dilakukan oleh anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Mas David, yang berhasil membongkar dugaan kongkalikong pengisian solar subsidi secara ilegal di sebuah SPBU pada Sabtu (14/3) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi yang sedang melakukan sosialisasi pengawasan BBM bersubsidi di daerah pemilihan (Dapil) tersebut, mengonfirmasi kejadian ini.
Ia mengecam keras tindakan oknum SPBU dan pelaku pencurian yang dinilai telah merampas hak masyarakat kecil, terutama para nelayan Puger dan petani yang selama ini kesulitan mendapatkan solar.
Aksi ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas di sebuah SPBU pada tengah malam. Saat lampu SPBU diredupkan, sebuah truk yang telah dimodifikasi masuk untuk melakukan pengisian.
“Mas David datang jam 02.00 WIB, truknya lagi diisi. Ada videonya semua. Ternyata di dalam truk itu ada empat tangki modifikasi, total kapasitasnya mencapai 4.000 liter,” ujar Bambang.
Namun, yang membuat miris adalah keberanian para pelaku. Saat hendak diamankan oleh David bersama pihak Polsek setempat, sopir truk tersebut justru melakukan perlawanan sengit. Terjadi aksi kejar-kejaran di jalan raya di mana mobil anggota DPRD tersebut sempat dipepet dan nyaris dicelakakan oleh pelaku.
“Segitu rusaknya republik ini sampai maling berani melawan aparat hukum dan anggota dewan. Ini luar biasa. Siapa sebenarnya di belakang mereka sampai seberani itu?” tegas Bambang.
Bambang mengungkapkan bahwa praktik ini diduga kuat melibatkan tiga lingkaran (circle) pemilik SPBU sebagai sumber, backing, dan penadah. Hasil pengecekan sementara menunjukkan adanya kejanggalan pada administrasi dan CCTV di lokasi.
“Mereka diduga menggunakan surat rekomendasi yang seharusnya untuk petani demi menyedot solar ribuan liter. Ini kejahatan luar biasa. Hak rakyat kecil dicomot untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.
Bambang juga menyoroti keanehan di SPBU tersebut yang mendapat suplai 16.000 liter solar per hari, namun jarang terlihat melayani pengisian kendaraan masyarakat umum secara normal.
Menyikapi temuan ini, Bambang Haryadi langsung berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mengambil langkah ekstrem.
“Hari ini saya minta SPBU ini ditutup dan disegel! Tidak boleh beroperasi sampai penyidikan jelas. Seluruh kuota solar di sini dialihkan ke SPBU terdekat agar masyarakat tetap terlayani,” tegasnya.
Ia juga meminta kepolisian tidak hanya menggunakan pasal pencurian biasa, tetapi juga menjerat pelaku dengan Undang-Undang Tipikor karena menyangkut barang subsidi negara. Kasus ini rencananya akan dibawa ke forum resmi DPR RI untuk dilakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM oleh Pertamina.
“Kita akan ungkap siapa di belakang pencurian ini. Jangan sampai negara kalah oleh mafia solar,” pungkasnya. (*)








