KabarBaik.co – Kabupaten Banyuwangi menerima bantuan 60 ribu sachet susu pendamping untuk pasien tuberkulosis (TB) paru dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (14/1). Pemberian susu TB ini menjadi bagian pilot project kemenkes di Bumi Blambangan.
Bantuan tersebut dikemas dalam 1.000 dus, masing-masing berisi 60 sachet susu formula khusus berbahan susu kambing dan kurma. Susu ini diperuntukkan bagi penderita TB paru yang sedang menjalani pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan program ini merupakan bagian dari pilot project nasional untuk melihat efektivitas susu sebagai pendamping konsumsi OAT. Tidak semua daerah mendapat bantuan tersebut, dan Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten yang ditunjuk untuk uji coba.
“Program ini menjadi salah satu prioritas Kemenkes untuk mempercepat penyembuhan pasien TB paru. Satu pasien nanti akan mendapat 60 sachet, jadi diuji coba untuk satu bulan. Kalau berdampak baik nanti bantuan bisa ditambah,” ujar Amir.
Berdasarkan data Dinkes Banyuwangi, jumlah kasus TB terkonfirmasi di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.000 kasus, dengan kelompok usia dominan 15–59 tahun. Sementara itu, jumlah suspek TB tercatat sekitar 26 ribu orang. Temuan kasus terbanyak berada di wilayah Banyuwangi kota sebanyak 291 kasus, disusul Kalipuro 231 kasus, serta Muncar.
“Distribusi susu ke puskesmas sudah mulai dilakukan. Nanti akan dibagikan serentak kepada masyarakat pasien TB yang memenuhi kriteria,” terang Amir.
Ia menambahkan, pemberian susu pendamping akan diprioritaskan bagi pasien dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dengan tambahan asupan gizi tersebut dan terapi pengobatan yang sudah berjalan, diharapkan tingkat kesembuhan pasien TB di Banyuwangi dapat meningkat.
“Saat ini tingkat kesembuhan TB di Banyuwangi berada di angka 88 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 95 persen,” tegasnya.








