KabarBaik.co – Ratusan tukang becak di Banyuwangi berlatih mengoperasikan becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. Latihan ini berlangsung di halaman gedung Korpri Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Selasa (20/1).
Dalam latihan ini para tukang becak didampingi oleh relawan Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN) sebagai tutor. Dengan materi sederhana seperti penyalaaan, pengeremaan dan cara berkendara.
Terlihat dalam latihan, para tukang becak nampak antusias, meski sebagian masih terlihat kaku dan tergagap karena belum terbiasa dengan sistem motor listrik yang otomatis.
Seperti yang diceritakan oleh Suwandi, 62 tahun, tukang becak asal Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Ia semula mengaku kesulitan, namun setelah mencoba beberapakali ia memahami caranya.
“Tadi awal masih bingung, tadi diajari, setelah mencoba akhirnya bisa meskipun belum lancar. Nanti kalau sudah kebiasaan pasti lancar dengan sendirinya,” kata pria yang biasa mangkal di Terminal Genteng ini.
Dalam pelatihan ini tukang becak terlihat masih gagap dalam penggunaan rem. Pada becak kayuh rem berada di kaki, sementara becak listrik rem ada di tangan kiri. Alhasil saat menggunakan becak listrik, mereka kadang masih gelagapan.
Meski demikian, para tukang becak ini mengaku bersyukur dengan hadirnya bantuan becak listrik tersebut. Bagi mereka bantuan ini berpeluang meningkatkan kesejahteraan para tukang becak.
“Becak ini sangat membantu, terimakasih pak Presiden,” kata Suhaipi, 63 tahun, tukang becak asal Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.
Suhaipi merupakan tukang becak kayuh yang aktif mbecak sejak tahun 1985. Ia biasa mangkal di Pasar Rogojampi. Pelanggannya rata-rata orang dari pasar.
“Saya mbecak mulai tahun 85 (1985). Mulai setoran masih 75 rupiah. Saat ini becak sepi kalah sama ojek-ojek onlne. Sehari saya dapat 50 ribu. Tapi itu lumayan lah. Saya bersyukur,” ujarnya.
“Semoga dengan becak dari presiden ini rejeki saya bisa bertambah,” imbuhnya.
Fajar Junianto dari Gerakan Solidaritas Nusantara, yayasan yang ditunjuk untuk mendistribusikan becak listrik, mengatakan, seluruh tukang becak yang akan menerima becak listrik bantuan Presiden diundang untuk test drive. Di Banyuwangi, becak listrik yang akan didistribusikan kepada para tukang becak sebanyak 200 unit.
“Tadi banyak juga yang kesusahan karena belum terbiasa,” kata dia.
Fajar menyebut, cara mengendarai becak listrik hampir sama dengan sepeda listrik secara prinsip. Bedanya, body becak listrik lebih lebar karena memiliki tempat duduk penumpang di bagian depan.
Selain diajari, para tukang becak juga diberi pemahaman tentang kendaraan yang akan mereka terima. Aturan-aturan perawatan seperti larangan memotong kabel dan sebagainya diterangkan kepada para tukang becak.
“Karena kalau satu saja kabel dipotong, bisa rusak kelistrikannya,” ungkap Fajar.
Para tukang becak juga dikenalkan dengan fitur-fitur yang ada di becak listrik, seperti lampu sein dan rem tangan. Pasalnya, fitur tersebut tak dimiliki di becak kayuh konvensional milik mereka. Pihaknya juga menjelaskan bahwa becak listrik itu bisa dikendarai dengan kecepatan maksimal sekitar 40 km per jam.
Menurut informasi, becak listrik akan dibagikan kepada para tukang becak dalam waktu dekat. Jika tidak ada halangan, kendaraan tersebut bakal dibagikan pada 24 Januari mendatang.








