KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menuntaskan program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati dengan salah satu capaian paling menonjol berupa peningkatan layanan rawat inap (ranap) di enam puskesmas. Dengan tambahan ini total 230 tempat tidur baru kini tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Gresik.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyampaikan bahwa seluruh target dalam program 100 hari kerja telah terpenuhi sepenuhnya. “Alhamdulillah, seluruh target 100 hari kerja kita insya Allah sudah tercapai 100 persen,” ujar Alif belum lama ini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Setyo Susilo, merinci bahwa sebelum program ini berjalan, terdapat 16 dari total 32 puskesmas di Gresik yang memiliki fasilitas rawat inap. Penambahan enam puskesmas dalam 100 hari terakhir membuat kini 22 puskesmas telah dilengkapi layanan ranap. Jumlah tempat tidur juga bertambah sesuai target yakni sebanyak 230 unit.
Setyo menyatakan, Pemkab Gresik menargetkan enam puskesmas tambahan akan memiliki layanan ranap hingga akhir tahun. “Insya Allah di akhir tahun ini ada 6 puskesmas lagi yang akan naik status,” ujar Setyo.
Bila target tersebut tercapai, lanjut Setyo, hanya empat puskesmas yang belum memiliki fasilitas rawat inap, yakni Puskesmas Dadapkuning, Nelayan, Industri, dan Metatu. Keempatnya disebut belum memungkinkan untuk ditingkatkan dalam waktu dekat.
Peningkatan layanan ranap ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan pelayanan medis dasar yang semakin kompleks. Hal ini sejalan dengan kebijakan BPJS Kesehatan yang menetapkan 144 diagnosa harus ditangani di FKTP tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit. Penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian khusus karena dapat memburuk secara cepat meskipun awalnya tidak dikategorikan sebagai kondisi gawat darurat.
Menurut Setyo, peningkatan fasilitas di tingkat puskesmas merupakan langkah strategis yang akan berdampak langsung pada mutu pelayanan medis di Gresik. “Dengan ini kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan akan tercukupi dan tentunya kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Gresik akan semakin baik,” tutupnya.
Selain bidang kesehatan, capaian lain dalam program 100 hari kerja antara lain mencakup perbaikan delapan ruang kelas dan pembangunan jalan sepanjang 16 kilometer. (*)








