KabarBaik.co, Surabaya- Euforia Hari Raya Idul Fitri kerap kali berujung pada pola makan berlebihan yang tak disadari. Di balik hidangan lezat seperti opor, rendang, dan aneka kue kering, tersembunyi ancaman kesehatan yang sering muncul selepas Ramadan dan Lebaran. Yakni, lonjakan kasus asam urat, kolesterol tinggi, hingga diabetes.
Ta, selepas sebulan menjalani ibadah puasa, tubuh sebenarnya telah beradaptasi dengan pola makan yang lebih teratur. Namun, perubahan drastis saat Lebaran—ditandai dengan konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan purin—dapat memicu gangguan metabolisme.
Tiga penyakit yang paling sering jadi keluhan pada periode ini adalah Gout (asam urat), Hypercholesterolemia (kolesterol tinggi), dan Diabetes Mellitus.
1. Asam Urat (Gout)
Asam urat terjadi akibat penumpukan kristal urat di sendi. Kondisi ini sering dipicu oleh konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, dan seafood yang umum tersaji saat Lebaran.
Gejala:
- Nyeri hebat pada sendi, terutama di kaki
- Pembengkakan dan kemerahan
- Sensasi panas di area sendi
2. Kolesterol Tinggi (Hypercholesterolemia)
Makanan bersantan dan gorengan yang melimpah saat Lebaran dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Gejala (sering tanpa disadari):
- Nyeri dada
- Cepat lelah
- Dalam kasus berat, bisa memicu penyakit jantung
3. Diabetes Mellitus
Konsumsi berlebihan makanan dan minuman manis seperti sirup, kue, dan minuman kemasan dapat menyebabkan lonjakan gula darah.
Gejala:
- Sering haus dan lapar
- Sering buang air kecil
- Mudah lelah
- Penglihatan kabur
Mengapa Risiko Meningkat Setelah Lebaran?
Menurut berbagai pakar kesehatan, kombinasi antara “balas dendam” setelah puasa, frekuensi makan yang meningkat saat silaturahmi, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor utama. Tubuh yang sebelumnya lebih stabil selama Ramadan mendadak harus bekerja keras mengolah asupan berlebih.
Imbauan dan Pencegahan: Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga pola makan seimbang meskipun masih dalam suasana Lebaran. Mengatur porsi, membatasi makanan tinggi lemak dan gula, serta kembali aktif bergerak menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah risiko penyakit.
Lebaran sejatinya adalah momen kemenangan dan kebersamaan. Namun, menjaga kesehatan tetap menjadi bagian penting dari perayaan. Bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan adalah kunci agar kebahagiaan tidak berubah menjadi risiko kesehatan. (*)








