KabarBaik.co – Viral Beredar video media sosial berdurasi satu menit 25 detik yang menunjukkan dua sejoli diduga berbuat mesum di Pemakaman Cina.
Video viral itu diunggah di medsos Instagram oleh pemilik akun bernama @aslijembermat. Bahkan, sampai ada ribuan komentar.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, aksi mesum itu dilakukan di Pemakaman Cina yang berada di Jalan Teratai, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Jember,
Salah seorang terduga pelaku mesum bocah SMP kelas 7, diketahui sebagai warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi Permakaman Cina tersebut.
Di dalam video itu, perekam dan juga rekannya memergoki dua sejoli tersebut, terdengar meraka juga menanyakan beberapa hal kepada pasangan mesum tersebut.
“Ngapain kamu di sini buka celanamu itu. Kamu mesum ya? Kamu asli mana?” ujar perekam video saat menggrebek pasangan mesum sembari berlari.
Viralnya video tersebut dibenarkan oleh petugas keamanan lokasi permakaman, Hermanto. Ia mengatakan bahwa kedua sejoli itu masih berstatsus siswa SMP dan diduga berbuat mesum di sekitar lokasi pemakaman.
“Ya betul memang itu kejadian hari minggu lalu sekitar sore hari, Kalau tempatnya lokasi kejadian memang di sini,” kata Hermanto, Sabtu (21/12).
Pihaknya juga mengungkapkan jika lokasi permakaman beberapa kali digunakan oleh pemuda dan remaja untuk berbuat mesum.
“Repot juga, lumayan sering, saya resah juga dengan kejadian itu, dan meskipun beberapa kali dihalangi ya tetap kecolongan,” katanya.
Bahkan ia mengaku selalu kucing-kucingan dengan para pemuda yang melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut.
“Kalau ketahuan sudah sering saya larang, karena ini kan tempat pemakaman, kuburan. Tapi ya sering sembunyi-sembunyi itu. Kebanyakan ya anak SMA dan SMP,” ungkapnya.
Diketahui, terduga pelaku mesum yang terekam di video berinisal IF, 13 tahun, yang merupakan warga Kecamatan Patrang.
Hal itu dibenarkan oleh Ketua RW 28 wilayah setempat, Achmad Husni. Ia mengatakan sudah memberikan teguran kepada orang tua bocah SMP kelas 7 itu.
“Sudah saya datangi orang tuanya kemarin, tak kasih nasihat, kalau bisa anaknya itu dinasihati lah. Kalau anaknya SMP, masih kecil itu, kalau untuk yang perempuan kurang paham warga mana,” kata Husni saat dikonfirmasi terpisah.
Dengan kejadian viralnya video tersebut, Husni mengatakan, ia memohon kepada warga untuk mengawasi anak-anaknya terutama yang memasuki usia remaja.
“Orang tua tentunya mempunyai peran juga, agar tidak berbuat yang butul dan kalau bisa aparat juga rutin untuk patroli di sekitar sini. Memang di tempat ini sering dipakai untuk pacaran dan juga minum-minum,” pungkasnya. (*)








