KabarBaik.co, Surabaya – Universitas Wijaya Putra (UWP) terus memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan industri. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama strategis dengan PT Terminal Teluk Lamong (TTL), operator terminal peti kemas modern yang beroperasi di kawasan Tambak Osowilangun, Surabaya.
Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata, khususnya di sektor logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang.
Audiensi antara kedua pihak berlangsung di kantor PT Terminal Teluk Lamong, Jalan Raya Tambak Osowilangun KM 12 Surabaya. Rektor UWP, Budi Endarto, hadir bersama jajaran pimpinan kampus dan disambut Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko TTL, Budi Satriyo, beserta tim manajemen.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat dua agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni penguatan program magang mahasiswa serta peluang kolaborasi dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Bagi UWP, program magang tidak sekadar menjadi kewajiban akademik, melainkan bagian penting dari kurikulum untuk menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu memahami ritme industri, budaya kerja profesional, hingga standar operasional perusahaan modern.
“Mahasiswa perlu merasakan langsung bagaimana sistem kerja di industri strategis seperti terminal peti kemas. Dari sana mereka belajar disiplin, manajemen risiko, serta pentingnya kerja tim,” ujar Rektor UWP, Selasa (17/2).
Kerja sama dengan TTL dinilai strategis mengingat perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu terminal semi-otomatis yang mengedepankan teknologi dan efisiensi operasional. Lingkungan kerja berbasis teknologi ini dinilai menjadi ruang belajar yang ideal bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi dan kemampuan adaptasi.
Tidak hanya membahas aspek akademik, pertemuan juga menyinggung potensi sinergi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. UWP memaparkan berbagai program pengabdian yang selama ini dijalankan, mulai dari pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan komunitas.
Program-program tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikolaborasikan dengan agenda CSR perusahaan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko TTL, Budi Satriyo, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia sekaligus memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat.
“Sinergi antara dunia pendidikan dan industri sangat penting. Kami membuka peluang magang bagi mahasiswa UWP dan akan mengkaji bentuk dukungan CSR yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan melalui langkah konkret, mulai dari penyusunan skema magang, mekanisme seleksi mahasiswa, hingga sinkronisasi program pengabdian masyarakat.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa UWP diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman praktis langsung dari industri pelabuhan modern. Jika berjalan sesuai rencana, kolaborasi ini tidak hanya memberi manfaat bagi institusi dan perusahaan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat Surabaya.








