TPS3R Desa Kewalahan, Pemkot Batu Tegaskan SPPG Harus Kelola Sampah Mandiri 

oleh -9 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 19 at 11.35.41
Salah satu dapur SPPG yang sudah beroperasi di Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Persoalan sampah di Kota Batu kembali bertambah seiring beroperasinya delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemkot Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG tidak boleh membebani sistem pengelolaan sampah desa dan kelurahan.

Di tengah pekerjaan rumah penanganan sampah yang belum sepenuhnya tuntas, limbah dari dapur SPPG kini menjadi beban lingkungan baru. Dari delapan SPPG yang beroperasi, timbulan sampah mencapai 1,5 hingga 1,6 ton per hari dan sebagian besar dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa.

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menegaskan bahwa sejak awal Pemkot Batu telah mendorong setiap SPPG agar mengelola sampahnya secara mandiri. Namun dalam praktiknya, sebagian besar SPPG memilih menyerahkan pengelolaan sampah ke TPS3R terdekat.

“Sejatinya kami sudah mendorong pengolahan sampah mandiri di masing-masing SPPG. Faktanya, mereka lebih memilih bekerja sama dengan TPS3R desa maupun kelurahan. Ini jelas menambah beban,” tegas Dian Fachroni, Jumat (19/12).

Ia tidak menampik bahwa mayoritas sampah SPPG merupakan sampah organik. Namun dari sisi volume, tambahan timbulan tersebut membuat sejumlah TPS3R kewalahan. “Dari pendekatan hitungan beban, timbulan sampah SPPG bisa tembus 1,5 sampai 1,6 ton per hari. Sejauh ini ada beberapa TPS3R yang sudah cukup kewalahan,” ujarnya.

Dian menegaskan, keberadaan TPS3R sejatinya diprioritaskan untuk melayani pengelolaan sampah warga, bukan menanggung beban tambahan dari aktivitas dapur skala besar seperti SPPG. “Kalau sampah SPPG dikelola sendiri, TPS3R desa dan kelurahan bisa dioptimalkan untuk melayani masyarakat. Biaya operasional juga bisa ditekan,” ungkapnya.

DLH Kota Batu pun mendorong setiap SPPG agar segera menyiapkan sistem pengolahan limbah mandiri, salah satunya dengan memanfaatkan biodigester untuk mengolah sisa makanan. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. “SPPG seharusnya bisa mengolah limbah makanannya sendiri. Itu bentuk tanggung jawab lingkungan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.