Wisatawan Naik 31 Persen, Okupansi Hotel di Kota Batu Justru Stagnan di Angka 70 Persen

oleh -56 Dilihat
IMG 20260330 WA0028
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Lonjakan jumlah wisatawan selama libur Lebaran 2026 di Kota Batu tidak diikuti peningkatan signifikan pada sektor perhotelan. Meski kunjungan wisata tercatat naik hingga 31 persen dan arus kendaraan meningkat sekitar 21 persen, tingkat hunian hotel justru stagnan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, menyebut rata-rata okupansi hotel selama periode libur Lebaran hanya berada di kisaran 70 persen. “Kalau dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, sebenarnya stagnan di angka sekitar 70 persen. Bahkan pada puncak H+1, tidak semua hotel bisa tembus angka tersebut, meskipun ada yang penuh,” ujar Sujud, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, tidak hanya okupansi yang stagnan, namun juga terjadi penurunan dari sisi tarif kamar hotel. Jika pada periode libur sebelumnya seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur sekolah tarif bisa naik hingga dua kali lipat, pada Lebaran tahun ini kenaikannya hanya sekitar 20 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh situasi ekonomi yang tengah melemah, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat. Hal ini juga terlihat dari tren penurunan okupansi di sektor vila, termasuk di kawasan Songgoriti yang selama ini dikenal sebagai pusat penginapan di Kota Batu.

“Dari hasil pantauan, okupansi vila juga menurun. Artinya, banyak wisatawan datang tapi tidak semuanya menginap,” ungkap Sujud.

Sujud menambahkan, mayoritas wisatawan yang datang ke Kota Batu berasal dari wilayah Surabaya Raya, seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Pola kunjungan mereka umumnya terjadi setelah hari ketiga Lebaran, usai agenda silaturahmi keluarga.
“Mereka datang bersama keluarga besar, tapi tidak semuanya memilih untuk menginap,” jelasnya.

Ia juga menilai data jumlah wisatawan yang dimiliki Dinas Pariwisata Kota Batu cukup akurat. Selain dari data kunjungan destinasi wisata dan hotel, penghitungan juga dilakukan melalui deteksi nomor ponsel yang masuk ke wilayah Kota Batu bekerja sama dengan provider seluler.

“Dengan metode itu, asal wisatawan bisa terdeteksi, baik dari Jakarta, Surabaya, maupun daerah lain, bahkan wisatawan asing,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Sujud menegaskan bahwa tidak ada peningkatan signifikan pada okupansi hotel jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu. “Secara angka hampir sama dengan tahun lalu. Tidak ada peningkatan signifikan terkait okupansi hotel,” tegasnya.

Ia menyebut, selain faktor ekonomi, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah juga ikut mempengaruhi perputaran ekonomi di sektor pariwisata. “Banyak faktor yang mempengaruhi. Masyarakat sekarang lebih memilih menggunakan uangnya untuk ditabung daripada untuk menginap,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.