KabarBaik.co – Sebanyak 16 penumpang dari Elf yang terguling akibat rem blong di jalur turunan AMD, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, tercatat sebagai korban Kejadian Luar Biasa (KLB).
Seluruh korban merupakan rombongan asal Surabaya dan telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Sumberglagah, Kecamatan Pacet.
Berdasarkan data rumah sakit, para korban mengalami luka dengan tingkat ringan, mulai dari luka robek, luka lecet, hingga keluhan nyeri dan trauma pascakecelakaan lalu lintas (post KLL) di jalur Cangar-Pacet.
Beberapa korban di antaranya Fauzan (AN) yang mengalami luka robek pada wajah dan perut kiri. Ananda Fahri Rizky (AN) mengalami luka robek di perut kanan serta tungkai bawah kanan dan kiri. Sementara Niswa Mutia Ummi F (NN) mengalami kondisi post KLL dengan keluhan tangan kiri sulit digerakkan.
Korban lainnya, Nurhidayati Maulinda (NN) mengalami luka lecet pada pipi kanan, Maimuna (NY) mengeluhkan nyeri punggung belakang, dan M Tinglan (TN) mengalami luka robek di bahu dan kepala disertai hematoma kepala. Saima (NY), warga Sidokapasan, mengeluhkan nyeri pada tangan kiri.
Sedangkan Noer Arifin (TN) asal Surabaya mengalami nyeri bahu kiri, Lilik Setiawati (NY) mengalami nyeri pergelangan tangan kanan dan bahu kanan. Korban lain yang turut dirawat yakni Nurifa Safira (AN) dengan luka robek pada siku kiri, Aditya O (AN) mengalami dua luka robek di kepala, serta Nadia Salwa A (AN) yang mengalami luka robek pada dahi.
Puput Saputri (NN) tercatat mengalami post KLL dengan keluhan nyeri dada dan kepala. Selain itu, Arief Putra Pratama (SDR) mengalami luka robek di dahi, sementara Nanda Mia Fatmawati (NN) dan A Quraish Shihab Al-Hudari (SDR) mengalami luka lecet pada tangan.
Kepala Seksi Pelayanan Medis Rumah sakit Sumberglagah, dr Praviko Rahmadho, memastikan seluruh korban dalam kondisi sadar dan stabil.
“Seluruh korban kecelakaan tunggal yang masuk ke IGD Rumah Sakit Sumberglagah berjumlah 16 orang dan semuanya mengalami luka ringan,” ujar dr Praviko, dalam keterangannya Jumat (2/1).
Penanganan dilakukan sesuai prosedur kegawatdaruratan mengingat jumlah korban yang cukup banyak. Tidak terdapat korban luka berat maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. (*)








