KabarBaik.co, Jombang — Banjir akibat luapan Avur Watudakon masih merendam Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang. Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir membuat genangan belum juga surut.
Kondisi ini telah berlangsung sekitar sepekan dan berdampak pada ratusan rumah warga serta puluhan hektare lahan pertanian. Aktivitas masyarakat pun terganggu, terutama di sektor pertanian.
Kepala Desa Carangrejo, Supriadji, mengatakan banjir melanda sejumlah dusun dengan dampak yang cukup luas. Di Dusun Kedungmulyo, sekitar 22 hektare sawah terendam dan 49 rumah warga terdampak.
“Air berasal dari luapan Avur Watudakon yang mengalir ke Avur Plosorejo, diperparah intensitas hujan yang tinggi,” ujarnya, Selasa (31/3).
Sementara itu, di Dusun Kandangan, genangan lebih luas dengan sekitar 40 hektare sawah terendam dan 90 rumah warga terdampak. Aliran air disebut mengarah ke Avur Rembugwangi sebelum masuk ke Avur Plosorejo.
Banjir juga terjadi di Dusun Cangkringmalang. Di wilayah ini, sekitar 37 hektare lahan terendam dan 62 rumah warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Filipe Dias Quintas mengatakan genangan belum surut karena hujan masih terus turun.
“Genangan masih ada karena curah hujan belum berhenti,” kata dia.
Ia menjelaskan, meluapnya Avur Watudakon menjadi penyebab utama banjir karena tidak mampu menampung debit air yang tinggi.
BPBD pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada,” ujarnya. (*)









