KabarBaik.co, Blitar – Suasana meriah menyelimuti Wisata Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar, saat digelarnya Kirab Ketupat Coklat, Sabtu (28/3).
Tradisi tahunan ini kembali menarik perhatian ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan perpaduan budaya dan nuansa religius.
Sebanyak kurang lebih 5.000 ketupat disiapkan dalam kegiatan tersebut. Jumlah ini disesuaikan dengan jamaah pengajian yang turut meramaikan rangkaian acara.
Ketupat yang dihadirkan tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga memiliki makna mendalam. Simbol ini merepresentasikan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan.
Divisi Quality Assurance Kampung Coklat Reditya Ansori, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelestarian budaya yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai religius.
“Kampung Coklat ini kental dengan tradisi religius sebagai bagian dari nguri-nguri budaya leluhur. Setiap tahun kami menghadirkan inovasi, salah satunya dikolaborasikan dengan pengajian Sabtu pagi agar nuansa religius semakin terasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketupat juga dimaknai sebagai simbol kebersihan hati, saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sementara itu, Bupati Blitar, Rijanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kirab.
“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Blitar mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Ia menegaskan, Kirab Ketupat Coklat tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan budaya yang kuat.
“Tradisi ini perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus daya tarik wisata di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.(*)








