KabarBaik.co, Jember – Resepsi peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jember pada Minggu (1/2) pagi menjadi momentum refleksi mendalam atas pengabdian panjang organisasi.
Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Nurul Huda mengungkapkan bahwa rangkaian acara ini telah berlangsung maraton sejak Juli 2025.
Selama 27 pekan, berbagai kegiatan mulai dari refleksi sosial hingga turnamen futsal antar-Majelis Wakil Cabang (MWC) digelar untuk mempererat silaturahmi.
“NU tidak hidup di menara gading, tapi menyatu dengan masyarakat. Bahkan dalam turnamen futsal kemarin, para kiai ikut bertanding. Suasananya cair dan penuh kebersamaan,” ujar Huda.
Meski sempat terkendala operasional menjelang puncak acara, Huda mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jember.
“Alhamdulillah, melalui dukungan Gus Bupati dan berbagai dinas terkait, kebutuhan acara ini dapat tercukupi,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PCNU Jember Syaiful Bahri menyebut kolaborasi ini sebagai momen langka. Ia juga mengapresiasi keterlibatan pihak luar, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang turut memeriahkan harlah melalui agenda sarasehan.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga nilai-nilai santri dalam birokrasi. Sebagai kader NU, ia meminta para kiai untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah.
“Sebelas bulan memimpin tentu masih banyak kekurangan. Saya memohon doa agar tetap istiqamah. Jika ada kebijakan yang melenceng dari nilai kesantrian, mohon para kiai jangan segan mengingatkan,” ungkap Bupati.
Puncak acara semakin khidmat dengan pesan dari Rais Syuriyah PBNU, Prof. Muhammad Nuh. Ia mengingatkan bahwa menjadi bagian dari NU di usia satu abad adalah sebuah anugerah besar yang harus dibayar dengan pengabdian nyata.
“Bukan kita yang punya saham di NU, tetapi NU-lah yang punya saham dalam diri kita. Sekarang saatnya kita membayar ‘dividen’ tersebut melalui khidmat yang tulus,” tegas Prof. Nuh.
tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar umat. Penguatan pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi menjadi kunci agar NU tetap relevan dan memberikan manfaat nyata di tengah realitas kehidupan modern.
Peringatan satu abad di Jember ini pun ditutup dengan optimisme estafet generasi, memastikan semangat para pendiri NU tetap menyala menuju masa depan.(*)








