KabarBaik.co – Kurang satu hari perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru), dari sisi pengaturan arus lalu lintas (lalin) oleh Polres Batu masih belum memberlakukan rekayasa lalin yang sebelumnya sudah direncanakan.
Namun begitu, disampaikan Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, rekayasa lalin yang sifatnya sederhana sudah dilaksanakan di beberapa titik.
“Yang menjadi sorotan kami, yang pertama adalah yang potensial rawan laka lantas maupun kemacetan itu ada di turunan jalur tanjakan Klemuk dari arah Songgoriti,” terang AKBP Andi, saat berada di Pos Pelayanan Batos, Kota Batu, Senin (23/12) tadi malam.
Maka, tambah Andi, pihaknya melakukan pembatasan terutama arusnya yang akan naik tanjakan Klemuk.
“Nah, di situ secara tidak langsung harus. Yang, mengarah dari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kita arahkan ke jalur Payung. Sementara, yang dari Pujon secara selektif prioritas kendaraan kecil bisa turun lewat payung yang juga punya alternatif yaitu lewat tanjakan Klemuk dengan catatan di jalur itu tidak ada arus yang naik (menanjak) ke atas kalau adapun hanya sepeda motor,” jelasnya.
Sehingga, lebar jalan, volume dan jaringan tetap dalam kondisi yang proporsional. Apalagi, Andi menuturkan, dipertimbangkan selain masalah kepadatan arus seperti data yang sudah masuk menunjukkan puncaknya, Minggu (22/12), jika menurut data exit (keluar) wilayah Kota Batu ada empat jalur. Antara lain, Lawang, Singosari, Madyopuro maupun Pakis. Berdasarkan informasi Polres Malang, ternyata tembus 46 ribu kendaraan.
“Ini menurut Kapolres Malang, jadi in out-nya ketemu 46 ribu. Nah, sebenarnya kami berasumsi walaupun hari ini sudah terjadi penurunan. Sampai di 30 ribu in out-nya namun kita khawatir. Kalau kita antisipasi. Kalau arus itu semua mengarah ke Kota Batu. Karena di Kota Batu banyak destinasi wisata baik alam atau buatan yang mencapai 67 destinasi wisata,” urainya.
Di mana, tambah Andi, berdasarkan data update Dinas Pariwisata Kota Batu ada glamping. Juga, ada kegiatan yang ada di hotel-hotel berbintang. (*)








