KabarBaik.co – Dua nelayan bernama Bima Rizki Alfaruk, 23 tahun, dan Asep Asmadi, 52 tahun, dikabarkan hilang di wilayah Pantai Payangan dan Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, Jember.
Kabar yang beredar, kejadian itu terjadi pada Selasa (10/12), pukul 04.00 WIB. Kedua nelayan itu akan pulang melaut selepas mencari ikan.
Diduga, perahu yang mereka gunakan terempas ombak setinggi 2,5-3 meter karena cuaca buruk. Kedua nelayan merupakan warga Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember.
Koordinator Basarnas Pos SAR Jember, Andi Irawan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menungkapkan bahwa nekyan bernama Bima Rizki Alfaruk berhasil selamat. Karena mendapat pertolongan dari nelayan yang berada di sekitar kejadian.
“Jadi korban memang ada dua, tapi yang dikabarkan hilang hanya satu, dan rekanya berhasil diselamatkan,” kata Andi, Rabu (11/12).
“Setelah kami menggali informasi dari saksi-saksi, perahu yang dinaiki korban dipukul ombak hingga menyebabkan perahu terbalik. Mereka mengalami MoB (Man Over Board) tercebur ke laut dan hilang. Kejadiannya Selasa kemarin, kita dapat laporan sekitar pukul 5 pagi,” tambahnya,
Ia juga menyatakan omabak besar yang menghantam perahu nelayan itu karena cuaca yang buruk, diman angin begitu kencang.
“Cuacanya sangat ekstrem sekali dan beberapa nelayan memang tidak ada yang melaut sejak siang hari kemarin. Bahkan sampai sore tidak ada yang melaut dikarenakan faktor cuaca yang ekstrem itu. Untuk ketinggian ombak mencapai 2,5 sampai 3 meter untuk di sekitar Pelawangan lokasi kecelakaan dua nelayan itu,” Jelasnya.
Terkait proses pencarian, Tim SAR gabungan sudah melakukan upaya pencarian. Di antaranya unsur-unsur yang terlibat dalam pencarian dari Basarnas Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, Tagana, Siluman Rescue, SAR Rimba Laut, Berandal Alas, dan Nelayan.
“Dari proses pencarian itu hanya satu nelayan yang selamat. Kemudian sempat mendapat pertolongan, dan kemudian dipulangkan ke rumahnya,” kata Andi.
Untuk proses pencarian dilanjutkan hari ini, kata Andi, proses pencarian dilakukan dengan menyisir bibir pantai, berkeliling di sekitar lokasi kejadian, juga menggunakan drone.
“Tapi karena cuaca kurang bersahabat, proses pencarian belum membuahkan hasil. Proses pencarian kami lanjutkan hari ini, dimulai dari pukul 7 pagi ini,” ucapnya.
“Untuk pencarian dengan cara yang sama, dimungkinkan akan memperluas lokasi pencarian. Kami berharap cuaca hari ini bersahabat. Kami memghimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak melaut. Karena himbauan BMKG juga, kondisi cuaca dan ombak tinggi tidak bersahabat,” pungkasnya. (*)








