Pemkot Malang Gandeng 27 Perguruan Tinggi Tangani Stunting

oleh -20 Dilihat
f22513ba ae6c 4483 9abb 8b07e26a3ef2
Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif memberikan arahan dalam acara peduli stunting, di Balai Kota Malang. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan evaluasi terkait upaya penanganan masalah stunting yang akan dijalankan oleh beberapa institusi pendidikan tinggi di kota ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif, menjelaskan bahwa beberapa perguruan tinggi akan berkolaborasi dalam program pembinaan dan pemantauan stunting di wilayah tersebut.

“Ada 27 universitas yang masing-masing akan mendidik tenaga profesi seperti dokter, perawat, dan bidan,” katanya, Selasa (12/8).

Husnul menyebutkan, dari total tersebut, salah satunya akan memantau pertumbuhan kesehatan bayi-bayi lokal yang baru lahir.

“Tentunya, dari 27 perguruan tinggi, para profesional tersebut akan dibagi ke 57 kelurahan di seluruh wilayah Kota Malang,” ujarnya.

Husnul menekankan bahwa program ini akan melakukan survei setiap dua bulan, terkait dengan perkembangan hingga akhir tahun 2025. “Kami menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun ini,” tegasnya.

Husnul menyatakan bahwa rencana pelaksanaan program ini akan dimulai pada bulan Agustus, dan pihaknya akan melakukan evaluasi kembali dengan Dinaa terkait.

Husnul berharap, pada tahun 2026, semua universitas di Kota Malang akan diwajibkan mengikuti program ini.

“Seluruh universitas resmi di Kota Malang berjumlah 67 baik negeri maupun swasta, mulai tahun depan, wajib mendaftarkan program ini sebagai pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Riskyawansyah Alam
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.