KabarBaik.co – Operasi pasar murah yang diadakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek ternyata memicu ketidakpuasan di kalangan pedagang Pasar Basah, Rabu (31/7). Mereka mengklaim bahwa program Diskomidag itu malah merugikan usahanya.
Operasi pasar murah ini telah berlangsung selama dua hari sejak Senin (29/7), di mana Diskomidag menjual beras dan cabai dengan harga yang lebih rendah di depan pintu masuk Pasar Basah.
Harga cabai yang dijual Diskomidag adalah Rp 55 ribu per kilogram, yang jauh di bawah harga pasar. Pedagang di Pasar Basah merasa keberatan dengan harga cabai yang ditetapkan dalam operasi pasar murah tersebut.
Agus Riyono, salah satu pedagang, mengungkapkan bahwa dagangannya belum terjual sama sekali akibat operasi ini. “Untuk hari ini dagangan saya belum laku,” ujarnya.
Agus menyesalkan kurangnya koordinasi antara Diskomidag dengan para pedagang sebelum menggelar operasi pasar murah.
“Kalau bisa seharusnya saat operasi pasar khusus cabai koordinasi dengan pedagang. Operasi ini sebelumnya tidak ada pemberitahuan,” tegasnya.
Siti Fatimah, pedagang lain, menambahkan bahwa harga cabai di pasar umumnya lebih tinggi. “Kemarin harga kulakan Rp 68 ribu per kilogram, dan hari ini Rp 58 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa harga cabai yang fluktuatif merupakan hal yang biasa, namun harga yang ditawarkan Diskomidag terlalu rendah.
Para pedagang berharap agar pemerintah tidak mengganggu usaha mereka dengan cara menjual barang dengan harga yang lebih rendah.
“Kalau mau pasar murah ya kami tolong dibelikan cabai dan kami yang jualkan,” tegas Siti. (*)










