KabarBaik.co, Jember – Ketua DPC Hiswana Migas Besuki Ikbal Wilda Fardana mengimbau masyarakat Kabupaten Jember agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah kota Jember pada Jumat (6/3) malam.
Dalam pantauannya, Iqbal mengunjungi beberapa titik strategis, di antaranya, SPBU Sabtuan, Tegal Besar, Jalan Gajah Mada dan SPBU di Jalan Ahmad Yani.
Ikbal menegaskan bahwa persediaan BBM, khususnya Pertalite dan Pertamax, masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meski terjadi peningkatan permintaan pada malam hari.
“Dari hasil kunjungan di SPBU Sabtuan, stok BBM masih sangat melimpah. Pengiriman terus berjalan normal. Di wilayah Garahan dan Kalibaru pun pasokan baru saja masuk dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter,” ujar Iqbal.
Kondisi serupa terlihat di SPBU Tegal Besar dan Gajah Mada, di mana stok tersisa hingga puluhan ribu liter.
“Artinya, pasokan dipastikan tidak akan putus malam ini,” tambahnya.
Untuk menjaga stabilitas stok, lanjut Ikbal, Hiswana Migas mengingatkan kembali aturan teknis pembelian BBM subsidi. Kendaraan roda dua maksimal pembelian Pertalite sebesar 10 liter per motor.
Sedangkan roda empat wajib menggunakan sistem barcode sesuai kuota harian yang ditetapkan.
“Jika kuota harian pada barcode masih ada, akan dilayani. Namun jika sudah habis, sistem secara otomatis tidak dapat melayani pembelian lagi,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi praktik penimbunan, SPBU diinstruksikan untuk lebih selektif dan berhenti melayani pembeli jeriken atau tengkulak. Petugas lapangan disebut sudah memiliki kemampuan untuk membedakan antara konsumen reguler dan oknum penimbun.
Pihaknya juga menyarankan masyarakat agar tidak tergiur membeli BBM di tingkat pengecer dengan harga tinggi. Jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran atau kelangkaan yang tidak wajar, warga diminta melapor melalui Call Center Pertamina 135, Kanal pengaduan pemerintah atau Layanan Wadul Gus’e. (*)






