Misteri Pembongkaran Makam, Bukti Masih Hidupnya Ilmu Hitam-Kuburan Dijaga 40 Hari

oleh -179 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 28 at 11.00.53 AM
Makam di Desa Sumberarum, Dander, Bojonegoro yang dibongkar

KabarBaik.co, Bojonegoro – Peristiwa pembongkaran makam di Desa Sumberarum, Dander, Bojonegoro pada Kamis (25/3) malam bukan sekadar kejadian kriminal biasa. Di baliknya, tersimpan lapisan cerita lama yang masih hidup di tengah masyarakat, tentang kepercayaan, tradisi, dan praktik ilmu hitam yang diwariskan turun-temurun.

Menurut Suyanto, budayawan asal Sugihwaras, Bojonegoro, praktik pencurian bagian tubuh jenazah maupun kain kafan bukanlah hal baru. Ia menyebut tindakan tersebut kerap dikaitkan dengan syarat tertentu dalam menempuh ilmu hitam. Kepercayaan ini telah lama berakar, khususnya di wilayah Jawa, termasuk Bojonegoro.

Menariknya, setiap daerah memiliki waktu yang dianggap sakral terkait kematian. Di Kecamatan Sugihwaras, tempat asal Suyanto, malam Jum’at legi diyakini memiliki kekuatan khusus. Sementara itu, di Kecamatan Dander dan Temayang, malam Jumat Wage justru menjadi waktu yang dianggap ‘rawan’.

“Tidak heran jika keluarga yang ditinggalkan sering berjaga hingga 40 hari setelah kematian,” jelas Suyanto, Sabtu (28/3).

Kewaspadaan ini, kata Suyanto, muncul dari kekhawatiran akan praktik-praktik yang memanfaatkan momen sakral tersebut.

Suyanto mengungkap bahwa praktik semacam ini telah dikenal sejak masa kerajaan kuno, bahkan disebut sudah ada sejak era kerajaan Airlangga. Hingga kini, kepercayaan tersebut masih bertahan, terutama di kawasan Mataraman seperti Bojonegoro.

WhatsApp Image 2026 03 28 at 1.31.15 PM
Makam di Desa Sumberarum, Dander, Bojonegoro yang sempat dibongkar

Adapun benda yang diincar dari makam tidak selalu sama. Selain kain kafan dan tali pocong, ada pula yang memburu bagian tubuh tertentu, bahkan lidah jenazah. Semua itu diyakini sebagai ‘pelengkap’ untuk memperoleh kekuatan supranatural, seperti kebal, dapat menghilang, hingga mencelakai orang lain.

Di sisi lain, makam yang dibongkar di dusun Botoputih Desa Sumberarum ternyata menyimpan sejarah tersendiri. Suyanto mengaku pernah meneliti lokasi tersebut dan menemukan adanya prasasti batu putih yang diyakini merupakan peninggalan prasejarah. Kini, batu itu telah pecah menjadi dua dan digunakan sebagai nisan oleh salah satu makam leluhur desa.

“Iya. Kami bersama tim Artefak datang melihat serta membaca isi Prasasti. Namun baru terbaca sebagisn. Yang lain belum terbaca karena masih terpendam tanah. Suatu saat mungkin bisa dilanjut atas izin dan persetujuan dari Dinas terkait serta pihak desa. Sementara susunan Bata Putih yang ada kami menduga sebagai tempat ‘PAMUJAN’,” ungkap Suyanto.

Kasus pembongkaran makam yang menjadi sasaran di komplek pemakaman umum di Desa Sumberarum, Dander, Bojonegoro diketahui milik seorang perempuan berinisial DAR, warga Desa Kunci, Dander. Berdasarkan keterangan, almarhumah meninggal pada Kamis Pon (12/3) dan dimakamkan pada sore hari yang oleh masyarakat Jawa dianggap telah memasuki malam Jumat Wage.

Sampai dengan saat ini, tradisi menjaga makam keluarga yang meninggal di malam yang dianggap sakral masih banyak yang dilakukan. Bahkan pihak keluarga harus rela mengeluarkan uang jutaan rupiah hanya untuk membayar seseorang yang bersedia menjaga makam yang meninggal di hari yang disakralkan selama empat puluh hari. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.