Banyak Digemari Orang Jawa, Ini Resep Manisan Asem Khas Banyuwangi

oleh -30 Dilihat
asem jawa
Foto Pinterest

KabarBaik.co- Sepanjang tepi jalan poros di Banyuwangi, pada zaman dulu selalu ditanami pohon asam Jawa (asem).Tak heran, bila buah asam Jawa tersebut sangat populer dijadikan sebagai manisan yang menyehatkan. Pohon asem awalnya mungkin ditanam di tepi jalan sebagai tanaman pelindung dan peneduh pengguna jalan.

Dengan kayu yang sangat kuat, tanaman ini juga sekaligus berfungsi sebagai pagar alami apabila ada kendaraan yang keluar jalur. Manfaat lainnya, tanaman asam juga bisa berfungsi sebagai penekan polusi akibat pembuangan gas kendaraan bermotor. Pohon asam mampu tubuh subur di daerah tropis. Pohon asam juga menghasilkan polong seperti kacang yang mengandung biji dan daging yang berserat.

Inilah yang kemudian membuat buah dari pohon ini juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Paling umum, buah asam sering digunakan sebagai penyedap rasa atau bumbu dalam berbagai bentuk variasi makanan. Saat dimasak, asam Jawa ini dapat menghasilkan rasa asam manis yang sangat khas. Dan di tangan orang Banyuwangi, buah asam yang berasa sangat masam itu, bisa menjadi sajian menu yang menggiurkan.

Di balik rasa yang khas itu, makanan ini ternyata juga kaya manfaat secara medis. Asam kaya akan antioksidan yang baik bagi tubuh. Selain itu, di dalamnya juga terkandung manfaat sebagai penolak kanker, antimikroba, melindungi hati, dan cocok bagi penderita diabetes. Berikut cara membuat manisan asem;

Bahan- bahan:

  •  1/2 kg asam jawa (sudah bersih dari serat dan belum tercampur garam)
  • 1kg gula pasir
  • 1 gelas air
  • 15 buah cabe rawit (sesuai selera)
  • 1sdm garam

Langkah-langkah;

  1. Panaskan wajan dengan api kecil. Tuang 1kg gula pasir dan 1 gelas air lalu masak sampai gula mencair.
  2. Selanjutnya, masukkan cabe rawit yang sudah dihaluskan dan juga 1 sdm garam. Aduk rata.
  3. Terakhir, masukkan 1/2 kg asam jawa. Aduk sambil pisahkan polong asam yang satu dengan yang lainnya. Jika sudah mengental dan warnanya kecoklatan, manisan siap diangkat dan disajikan.

Agar manisan dapat bertahan lebih lama, dibungkus seperti permen menggunakan plastik sesuai kreasi masing-masing. Manisan yang sudah dibungkus bisa juga untuk bisnis, tergantung keinginan masing-masing. Apakah hanya sekedar bernostalgia atau murni dijadikan ide bisnis. Semua itu jawabannya ada di diri anda.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.