Malam Ini Langit Merah Darah! Saatnya Salat Gerhana dan Menyaksikan Keagungan Semesta

oleh -22 Dilihat
BLOOD MOON
Ilustrasi gerhana bulan (Foto X/TRT World)

KabarBaik.co- Seluruh wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena langit istimewa gerhana bulan total (blood moon) pada malam ini (7/9) hingga Senin (8/9) dinihari. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut peristiwa ini akan berlangsung selama lebih dari tiga jam.

Ssementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengajak umat Islam menyambutnya dengan salat gerhana berjamaah.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan gerhana dimulai saat bulan memasuki bayangan bumi pada pukul 23.27 WIB. “Ketika seluruh purnama masuk dalam bayangan bumi, itulah gerhana bulan total. Bulan tampak merah darah karena cahaya matahari yang dibiaskan atmosfer bumi,” terangnya.

Rangkaian gerhana bulan total 7–8 September 2025 adalah sebagai berikut:

  • 23.27 WIB — Awal gerhana sebagian
  • 00.31 WIB — Awal gerhana total
  • 01.53 WIB — Akhir gerhana total
  • 02.56 WIB — Akhir gerhana sebagian

Fenomena ini bisa diamati tanpa alat bantu khusus. Bahkan, ponsel dengan kamera tertentu dapat mengabadikannya dengan jelas.

Imbauan Salat Gerhana

LF PBNU melalui pengumuman resmi Nomor 94/PB.08/A.II.11.13/13/09/2025 menegaskan, gerhana bulan total tersebut bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1447 H. Umat Islam diajak mengisi malam langka itu dengan salat gerhana, zikir, hingga kegiatan sosial.

“Gerhana Bulan Total akan terlihat di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Mari sambut dengan ibadah dan kegiatan positif,” tulis pengumuman yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris H Asmui Mansur.

Kiai Sirril menjelaskan, dalam ilmu falak gerhana bulan (kusuf al-qamar) terjadi ketika bumi, bulan, dan matahari benar-benar sejajar. Karena bumi berukuran lebih besar, sinar matahari yang seharusnya mengenai bulan terhalang, membuat bulan tampak gelap lalu berwarna merah.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Salat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad. Boleh dilakukan sendiri maupun berjamaah, tetapi lebih dianjurkan berjamaah dengan bacaan jahar (lantang). Berikut tata caranya:

  1. Niat dalam hati, misalnya:
    أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
    Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ
    Artinya: “Saya salat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta‘ala.”

  2. Takbiratul ihram, dilanjutkan membaca taawudz, Surah Al-Fatihah, lalu membaca surah panjang (disunnahkan Surah Al-Baqarah atau seukuran).

  3. Rukuk pertama, lebih lama dari biasanya, sebaiknya sepanjang bacaan 100 ayat.

  4. Iktidal, lalu membaca Surah Al-Fatihah lagi dan surah panjang (disunnahkan Surah Ali Imran atau seukuran).

  5. Rukuk kedua, juga lebih lama, kira-kira sepanjang 80 ayat.

  6. Iktidal, lalu sujud dengan bacaan tasbih yang dipanjangkan.

  7. Duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali, kemudian duduk istirahat sejenak.

  8. Bangkit untuk rakaat kedua, dengan tata cara yang sama seperti rakaat pertama: dua kali berdiri, dua kali rukuk, lalu sujud. Pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah An-Nisa’ pada berdiri pertama dan Surah Al-Maidah pada berdiri kedua.

  9. Tasyahud akhir, lalu salam.

  10. Khutbah gerhana oleh imam atau yang berwenang, berisi seruan istighfar, taubat, memperbanyak ibadah, sedekah, serta kepedulian sosial.

Salat ini berbeda dari salat sunnah lainnya karena setiap rakaat terdiri atas dua kali qiyam (berdiri), dua kali bacaan Al-Fatihah, dan dua kali ruku’.

Gerhana bulan total berikutnya baru akan terjadi pada 3 Maret 2026, tetapi Indonesia hanya bisa menyaksikan bagian akhirnya. Karena itu, blood moon 7–8 September 2025 ini menjadi kesempatan langka: masyarakat dapat menikmati keindahan kosmik sekaligus memperbanyak amal ibadah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.