KabarBaik.co – Kondisi lalu lintas di bawah Flyover Waru sungguh memprihatinkan. Setiap hari puluhan pengendara motor nekat melawan arus dari timur menuju jalur yang sebenarnya hanya diperuntukkan bagi kendaraan dari barat ke arah utara.
Situasi semrawut itu digambarkan layaknya anak kecil yang tak memahami rambu lalu lintas. Pelanggaran dilakukan terang-terangan tanpa memedulikan keselamatan pengendara lain.
Ironisnya, aksi melawan arus justru semakin marak saat Operasi Zebra Semeru 2025 berlangsung sejak 17 hingga 30 November. Alih-alih tertib, pengguna jalan tampak semakin berani mengambil risiko.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo Iptu Ali Rifqi Mubarok mengatakan biasanya petugas berjaga pada pukul 06.00–08.00 dan 16.00–18.00 WIB. Penempatan itu dilakukan karena titik tersebut dikenal rawan pelanggaran.
Namun pantauan kabarBaik.co pada Kamis (20/11) pukul 17.40 WIB menunjukkan kondisi berlawanan. Tidak ada satu pun petugas kepolisian terlihat mengatur arus lalu lintas.
Padahal pada jam tersebut, pelanggaran justru meningkat. Dari Pengendara motor memotong jalur, melawan arus, dan sebagian melintas dengan suara bising dari knalpot brong.

Situasi makin parah karena lampu merah di persimpangan itu tampak mati. Tanpa sinyal lalu lintas, arus kendaraan dari berbagai arah bergerak semaunya.
Pengendara dari arah utara bahkan bebas melawan arus untuk memotong ke jalur barat, yang seharusnya dipakai kendaraan dari barat yang hendak berbelok ke utara.
Ali Rifqi Mubarok mengakui maraknya pelanggaran di titik tersebut.
“Memang banyak yang melanggar di stopan lampu merah Flyover Waru. Kalau diberhentikan, mereka justru ngebut. Itu membahayakan petugas dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Jumat (21/11).
Tidak adanya penjagaan pada jam rawan membuat kenyamanan pengendara menurun drastis. Banyak motor bertindak seenaknya hingga membuat kawasan bawah Flyover Waru kian tidak terkendali. (*)








