KabarBaik.co – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa ambruknya atap ruang asrama putri di Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, Kabupaten Situbondo.
Musibah yang terjadi pada Kamis (30/10 dini hari itu menyebabkan satu santri meninggal dunia dan sebelas lainnya luka-luka.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan pihaknya sangat prihatin atas kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa para santri di Situbondo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan para santri yang luka segera pulih,” ujar Amien di Jakarta, Rabu (29/10).
Sebagai bentuk kepedulian, Kemenag akan menyalurkan bantuan sebesar Rp 200 juta untuk renovasi asrama yang roboh. Bantuan tersebut akan diserahkan secara langsung oleh Direktur Pesantren, Basnang Said, kepada pihak pesantren pada Kamis (30/10).
“Insyaallah bantuan akan segera kami salurkan untuk mendukung pemulihan asrama dan memastikan kegiatan belajar santri bisa kembali berjalan normal,” imbuhnya.
Menurut laporan dari Kantor Kemenag Situbondo, insiden itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut. Atap ruang asrama seluas sekitar 48 meter persegi tiba-tiba ambruk ketika di dalamnya terdapat 19 santri putri.
Seluruh santri yang berada di lokasi langsung dievakuasi oleh pengasuh pesantren, KH. Muhammad Hasan Nailul Ilmi, bersama para pengurus ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dari hasil pemeriksaan, sebelas santri mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Enam orang dirawat di Puskesmas Besuki, empat orang di RSUD Besuki, dan satu orang lainnya di RSIA Jatimed.
“Dari data yang kami terima, satu santri bernama Putri Helmikia Okta Viantika meninggal dunia sekitar pukul 05.37 WIB di RSIA Jatimed. Jenazah almarhumah telah dimakamkan pagi harinya pada pukul 08.00 WIB,” terang Amien.
Kemenag juga memastikan akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi sarana dan prasarana pesantren untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kami akan lakukan proses afirmasi agar keamanan dan kenyamanan para santri di pondok pesantren dapat lebih terjamin,” tegasnya.
Amien menutup dengan doa bagi para korban. “Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan para santri lainnya segera pulih. Ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keamanan bangunan di lingkungan pendidikan pesantren,” pungkasnya. (*)








