KabarBaik.co- Gelaran Bazar Durian di Rest Area Poghading, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan, kemarin banyak diserbu masyarakat. Tentu saja, hal itu membawa berkah bagi warga setempat. Khususnya petani durian yang tersebar di beberapa desa. Seperti Petung, Galih, Ngantungan, Sibon, Tempuran, Ampelsari, dan Mangguan.
Para pengunjung berjubel sejak pagi. Mereka tampak antusias memilih dan mencicipi bermacam durian. Lalu, memborong untuk kemudian dibawa pulang. Di antara pengunjung itu tampak Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa. Ia juga meninjau deretan stan durian dengan beragam varietas unggul itu. Beberapa di antaranya si Karim, si Laron, si Bajul, dan si Kasmin.
Di dampingi Pj Bupati Pasuruan Nurkholis beserta Pj Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan Rr. Dewi Maharani Nurkholis, serta Wabup Pasuruan terpilih Shobih Asrori, Khofifah ikut memborong banyak durian. Terutama jenis si Kasmin dan Musang King, yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Pasrepan.
“Saya favorit si Kasmin. Ada lagi Durian Laron, ada Karim dan Musang King yang sudah dibudidayakan di Pasuruan. Rasanya enak. Kompatibel,” ujarnya sambil tersenyum dikutip dari laman Pemkab Pasuruan.
Bazar Durian Kecamatan Pasrepan itu diadakan hingga Minggu (26/1/2025). Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memberikan semangat dan motivasinya kepada para petani durian. Dia berharap, para petano durian tetap menjaga kualitas hasil panen agar selalu menghasilkan buah bercitarasa premium.
“Semua petani durian di Kabupaten Pasuruan harus menjaga kualitas. Jangan sampai memberi durian yang tidak bagus ke konsumen,” pintan ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.
Imbauan itu langsung direspons cepat oleh Kabul, salah seorang di antara petani durian asal Desa Petung. Dia bersama rekan-rekan sejawatnya menyatakan kesanggupannya untuk menghasilkan buah berkualitas di setiap masa panen.
“Musang King yang tadi diborong Bu Gubernur panen perdana di kebun saya. Kalau si Kasmin, si Bajul, dan jenis lainnya sudah saya kembangkan mulai tujuh tahun lalu di kebun seluas setengah hectare,” tuturnya.
Kabul tampak gembira dengan omzet penjualan yang berhasil dikantongia pada hari pertama bazar. “Alhamdulillah sampai sore ini (kemarin, Red) saya bisa mendapatkan sekitar Rp 8 jutaan. Tadi, saya kesini membawa 300 durian dengan jenis berbeda,” katanya dengan senyum sumringah.
Sementara itu, Pj Bupati Nurkholis berharap, kegiatan yang diinisiasi Kecamatan Pasrepan dan BUMDesma Nusantara Bangkit tersebut dapat dijadikan sebagai agenda tahunan. Harapannya, produk durian berkualitas para petani setempat akan semakin dikenal masyarakat.
“Semoga ke depannya, event bagus ini bisa digelar setiap tahun. Sehingga tidak hanya mensejahterakan petani durian saja, tapi juga masyarakatnya. Karena di sini juga ada Bazar Produk UMKM yang melibatkan banyak pegiat ekonomi kreatif dari banyak desa di Kecamatan Pasrepan,” katanya didampimgi Camat Pasrepan Didik Subiyandoko.
Jatim Kukuhkan Penghasil Durian Terbesar
Jawa Timur kembali mengukuhkan diri sebagai provinsi penghasil durian terbesar di Indonesia. Total produksi mencapai 488.356 ton per tahun. Sentra utama produksi durian di provinsi ini mencakup daerah Malang, Pasuruan, dan Probolinggo, yang dikenal sebagai penghasil durian berkualitas tinggi dan memiliki potensi besar untuk ekspor.
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, menyatakan telah menyiapkan strategi untuk menjadikan durian sebagai komoditas unggulan ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani durian. Fokus utama yang akan dijalankan setelah pelantikannya mencakup peningkatan produksi, penguatan ekosistem agribisnis, serta ekspansi pasar ekspor.
“Permintaan dunia terhadap durian, terutama varietas premium seperti Musang King dan Black Thorn, terus meningkat, khususnya dari Tiongkok hingga Timur Tengah. Kami ingin memastikan bahwa durian Jawa Timur siap menjadi pemain utama dalam ekspor dan membawa manfaat ekonomi bagi para petani,” ujar gubernur terpilih Pilgub Jatim 2024 itu.
Untuk memastikan kelancaran ekspor, Khofifah menegaskan bahwa penguatan rantai pasok dan infrastruktur logistik menjadi prioritas utama. Pihaknya akan mendorong pembangunan fasilitas pengolahan pascapanen, memperkuat jaringan distribusi, serta bekerja sama dengan eksportir guna memperluas pasar ekspor.
“Kami tidak hanya ingin durian Jawa Timur unggul di dalam negeri, tetapi juga menjadi komoditas ekspor yang dicari di pasar dunia. Oleh karena itu, kami akan memastikan bahwa dari hulu ke hilir, ekosistem industri durian Jawa Timur berjalan optimal,” ucapnya.
Khofifah berharap bahwa dengan berbagai langkah strategis ini, Jawa Timur tidak hanya mempertahankan predikatnya sebagai penghasil durian terbesar di Indonesia, tetapi juga mampu membawa durian premium Jawa Timur menembus pasar global secara berkelanjutan. (*)







