KabarBaik.co, Jakarta – Menjelang cuti bersama dan libur Lebaran, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengingatkan peserta JKN untuk segera melakukan Skrining Riwayat Kesehatan. Mulai 6 Maret 2026, peserta yang belum skrining akan diminta mengisinya sebelum mengakses layanan di FKTP.
Rizzky menegaskan pentingnya skrining dini, terutama di tengah meningkatnya kasus penyakit kronis pada usia muda.
“Skrining Riwayat Kesehatan penting untuk mendeteksi risiko penyakit kronis. Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi dan ditangani,” jelasnya.
Akses skrining pun sangat mudah, dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA (WhatsApp 08118165165), website BPJS Kesehatan, atau langsung ke FKTP. Prosesnya hanya 5–10 menit dengan menjawab pertanyaan seputar gaya hidup dan riwayat kesehatan.
Berdasarkan data Januari–Februari 2026, dari 22,68 juta peserta yang sudah skrining, sekitar 7,1 juta (39%) terindikasi berisiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.
“Kami mengimbau peserta yang berisiko untuk segera memeriksakan diri ke FKTP agar mendapat penanganan lebih lanjut,” ujar Rizzky.
Skrining dilakukan setahun sekali bagi peserta usia 15 tahun ke atas sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat.
“Harapan kami, skrining ini dapat membangun budaya promotif preventif di masyarakat dengan dukungan aktif FKTP,” tambahnya.
Selain itu, Rizzky juga mengingatkan pentingnya mengecek status kepesertaan JKN secara berkala.
“Selagi masih sehat, sempatkan mengecek status kepesertaan JKN. Ini penting agar tidak terkendala saat membutuhkan layanan kesehatan,” tutupnya. (*)








