KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan melalui Dinas Kesehatan menggelar Jambore Kesehatan 2025 sebagai bagian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Gedung Kesenian Dharmoyudho, Jumat (28/11). Acara ini diikuti sekitar 800 kader kesehatan dan 700 tenaga kesehatan dari seluruh wilayah Kota Pasuruan.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang hadir didampingi Wakil Wali Kota, M.Nawawi menyampaikan arah kebijakan kesehatan di hadapan para peserta. Menurutnya, kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. “Saya yakin yang hadir ini sekitar 800 kader, dan ini orang-orang yang ikhlas semuanya. Insentifnya belum berapa, tetapi pengabdiannya luar biasa,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Wali Kota memuji capaian kinerja kesehatan di Kota Pasuruan yang dinilai terus membaik dengan inovasi, sehingga membawa kualitas pelayanan kesehatan semakin baik. “Kalau kita lihat hari ini, Kota Pasuruan angka kesehatannya semakin meningkat. Berbagai prestasi dan inovasi sudah terbukti dari dinas kesehatan dan jejaringnya,” tuturnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pasuruan juga secara resmi meluncurkan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) sebagai fasilitas layanan rehabilitasi dan pelaporan penyalahgunaan narkoba. Dua puskesmas yang ditunjuk sebagai IPWL adalah Puskesmas Sekargadung dan Puskesmas Trajeng, yang kini menjadi pusat penanganan, pendampingan, dan asesmen bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pemulihan.
Selain itu, penanganan TBC disebut sebagai salah satu fokus utama yang memerlukan dukungan serius kader dan puskesmas, terutama dalam deteksi dini dan pemantauan warga bergejala.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena menyampaikan bahwa puskesmas di Kota Pasuruan sudah menjadi Puskesmas ILP (Integrasi Layanan Primer) dan disetiap satu kelurahan terdapat 1 Puskesmas. “270 Posyandu juga sudah bertransformasi menjadi Posyandu ILP, kami juga melakukan berbagai langkah untuk mencegah wabah” tutup Shierly. (*)






