KabarBaik.co – Cegah kejadian laka lantas imbas dari penyalahgunaan narkoba, Ditresnarkoba Polda Jatim melakukan tes urine kepada sejumlah pengemudi bis yang ada di Terminal Tipe A Purabaya atau lebih dikenal dengan Terminal Bungurasih, Senin (23/12).
Secara acak, anggota Ditresnarkoba Polda Jatim beserta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur meminta pengemudi bus untuk turun dari armadanya. Mereka diminta untuk melakukan tes urine guna memastikan berkendara dengan aman.
Usai mengisi data diri, para awak bus ini langsung diberikan tabung yang digunakan untuk menampung air urine sebagai sampel tes kandungan narkoba dan diarahkan ke toilet. Setiap kali pengambilan sampel urin, para awak bus selalu didampingi oleh anggota agar tak dicampur dengan air.
Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Da Costa melalui Kabag Bin Ops AKBP Sumarsono menuturkan jika tes urine ini bagian dari dukungan dalam operasi Lilin Semeru 2024.
“Test urine ini merupakan upaya Polda Jatim dalam melaksanakan pengamanan terhadap moda transportasi khususnya jalur darat, untuk memastikan para sopir bebas dan tidak dalam pengaruh Narkoba atapun Miras,” terangnya.
Menurut Sumarsono, tes urin ini sangat penting dilakukan, terlebih awak bus khususnya sopir memiliki tanggung jawab penuh terhadap keselamatan penumpang selama perjalanan, mulai dari titik awal pemberangkatan hingga terminal tujuan.
“Keselamatan penumpang dan pengendara lain merupakan kepentingan utama, sehingga Ditresnarkoba melakukan langkah awal dengan test urine. Dan bila nanti ditemukan sopir yang terindikasi melakukan penyalahgunaan Narkoba, maka akan dilakukan langkah hukum,” tambahnya.
Suharsono juga menghimbau kepada pengusaha Otobus, untuk melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan hal yang mencurigakan dari awak bus. Bahkan jika perlu cabut izin mengemudi dari awak bus itu agar tak merugikan, baik perusahaan maupun masyarakat pengguna jalan.
“Kami juga berharap kepada seluruh management maupun pengusha otobus, agar melakukan pencegahan terhadap sopir yang ditenggarai terindikasi mengkonsumsi Narkoba ataupun Miras agar tidak diberi izin untuk mengemudi. Kami tidak bisa bekerja sendiri, dan tentunya gar semu pihak untuk dapat bekerja sama untuk kepentingan keselamatan masyarakat luas,” pungkasnya.
Sementara Mustofa pengemudi jurusan lajur Surabaya – Cirebon yang turut menjalani test urine , mengaku mendukung langkah yang dilakukan oleh Polda Jatim.
“Ini bagus dan saya sangat mendukung. Karena inimenjadi kepentingan kita bersama terutama pengemudi Bis yang mempunyai tanggung jawab terhadap keselamatan penumpang,” ujarnya.
Mustofa juga tidak mengaku kaget saat didatangi oleh Anggota Ditresnarkoba dan Dishub untuk dilakukan test urine. “Tak masalah, karena kemarin saya juga melakukan test urine saat di Terminal Cirebon yang dilakukan walikota,” tandasnya.
Dalam serangkaian tes urine kali ini, Ditresnarkoba Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap 30 sampek urine dari awak bus. Hasilnya, dari keseluruhan sampel tidak ditemukan kandungan narkoba ataupun alkohol. (*)








