KabarBaik.co – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2026 mencapai 2,55 juta orang. Target tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB.
“Sesuai dengan RPJMD yang sudah ditetapkan itu di angka 2,55 juta,” sebut Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia, Jumat (9/1).
Penetapan target kunjungan wisata tahun 2026 tersebut didasari sejumlah indikator. Salah satunya adalah tren peningkatan kunjungan wisatawan yang terus terjadi setiap tahun pasca pandemi Covid-19.
Selain itu, adanya berbagai program dari pemerintah pusat juga diharapkan dapat mendukung pencapaian target kunjungan wisata ke Nusa Tenggara Barat tahun ini.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjut Nuraulia, terus berupaya mendorong peningkatan okupansi hotel serta memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) di daerah tujuan wisata.
“Kita upayakan agar meningkatkan okupansi hotel dan length of stay, yang ujungnya adalah bagaimana memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” katanya.
Selain itu, Pemprov NTB juga fokus meningkatkan kualitas dan kelengkapan fasilitas di berbagai objek wisata. Menurutnya, kesiapan fasilitas destinasi menjadi faktor penting yang sangat diperhatikan wisatawan.
“Salah satu yang menjadi perhatian wisatawan adalah bagaimana kesiapan destinasi. Tentunya itu menjadi penting dan menjadi fokus kita untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” terangnya.
Di sisi promosi, Dinas Pariwisata NTB telah menjalin komunikasi dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB untuk menjalankan berbagai strategi promosi yang lebih efektif dan terukur.
“Bagaimana caranya kita mengefektifkan promosi. Pemerintah juga akan melakukan promosi, tetapi dengan strategi yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke NTB tercatat mencapai sekitar 2,3 juta orang. Dengan target 2,55 juta kunjungan pada 2026, pemerintah optimistis terjadi peningkatan signifikan seiring penguatan destinasi, promosi, serta dukungan konektivitas dan program nasional di sektor pariwisata.
Pemerintah Provinsi NTB berharap target tersebut tidak hanya berdampak pada angka kunjungan semata, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)






