KabarBaik.co – Kabupaten Jember telah lama diakui sebagai produsen tembakau dan cerutu berkualitas tinggi yang memenuhi standar global.
Pengakuan ini semakin diperkuat dengan langkah PT BIN Cigar, salah satu produsen cerutu lokal yang kini bersiap menembus pasar potensial Amerika Serikat setelah sukses merambah 12 negara.
Pemilik PT BIN Cigar, Febrian Ananta Kahar menegaskan bahwa produk cerutu Jember telah teruji kualitasnya. Perusahaan yang telah 35 tahun berkecimpung dalam pasokan bahan baku tembakau ini kini juga mengantongi sertifikasi ISO, sebuah syarat penting untuk bersaing di pasar internasional.
Pasar ekspor cerutu Jember terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan rata-rata penambahan negara tujuan ekspor setiap tahun. Saat ini, PT BIN Cigar memiliki 12 negara pelanggan tetap. Amerika Serikat menjadi target pasar berikutnya.
“Negara berikutnya yang akan segera bergabung adalah Amerika Serikat. Jika berhasil, ini akan menjadi capaian besar karena pasar Amerika sangat potensial,” ujar Febrian, Jumat (3/10).
Ia mengatakan saat saat ini, permintaan cerutu sangat bervariasi, di mana satu konsumen bahkan bisa membeli ratusan batang sekaligus.
“Untuk memenuhi permintaan tersebut, kami memiliki kapasitas produksi antara 6.000 hingga 10.000 batang cerutu per hari, meskipun angka ini bisa berfluktuasi tergantung pesanan dan kondisi pasar,” jelasnya.
Ada proses unik dan ketat yang harus dilalui cerutu sebelum dikirim ke pembeli. Cerutu tidak bisa langsung dikirim setelah diproduksi karena harus melalui proses penyimpanan khusus, atau yang disebut “ditidurkan.”
“Cerutu harus ditidurkan enam bulan hingga satu tahun sebelum dikirim. Jadi, produksi tahun ini baru bisa diekspor tahun depan,” terangnya.
Selain proses penuaan, Zero Complaint atau nihil keluhan menjadi prinsip utama perusahaan. PT BIN Cigar, yang baru berusia 13 tahun sebagai pabrikan, menerapkan standar kualitas yang sangat ketat (Quality Control atau QC) berlapis.
“Zero complaint adalah harga mati. Begitu ada komplain, konsumen pasti meninggalkan kita,” tegasnya.
Selain itu, Febrian juga menyoroti peran penting dukungan pemerintah, baik dari tingkat daerah hingga kementerian pusat, dalam mempromosikan cerutu Indonesia di kancah global.
“Meski produksi nasional hanya sekitar 10 juta batang per tahun, pemerintah tetap harus memberikan dukungan luar biasa. Itu membuat kami percaya diri bersaing dengan Kuba dan negara lain,” pungkas Febrian. (*)








