KabarBaik.co, Surabaya – Jarum jam terus berdetak menuju Kamis, 2 April 2026. GOR Jawa Pos Arena, Surabaya, bersiap menjadi saksi pertarungan hidup mati empat tim putra dan empat tim putri terbaik di Tanah Air.
Namun, sebelum peluit pembuka Final Four Proliga 2026 ditiup, pertarungan sesungguhnya justru tengah terjadi di belakang layar. Perburuan amunisi baru di bursa transfer yang memanas di detik-detik terakhir.
Dengan batas akhir pendaftaran pemain yang akan ditutup pada Technical Meeting hari Rabu (1/4) besok, tim-tim papan atas melakukan perombakan ekstrem demi ambisi menyegel mahkota juara. Tidak tanggung-tanggung, nama-nama besar dari liga top Eropa dan Amerika Serikat kini resmi mendarat di Indonesia.
Kejutan besar datang dari sang penantang gelar, Jakarta Electric PLN Mobile. Tepat pada Minggu malam (29/3), mereka resmi mengumumkan perekrutan Outside Hitter asal Amerika Serikat, Kara Bajema Hallock. Berstatus Done Deal, Kara didatangkan untuk menggantikan Celeste Plak dan diproyeksikan membentuk duet maut bersama Neriman Ozsoy di garis depan.
Langkah agresif juga dilakukan oleh Jakarta Popsivo Polwan. Kehilangan sosok veteran Bethania De La Cruz yang memutuskan pensiun, tidak membuat tim voli milik Polri itu pincang.
Manajemen Popsivo Polwan ini bergerak cepat mengamankan tanda tangan Opposite mematikan asal Polandia, Malwina Smarzek. Baru saja menyelesaikan musim impresif di Liga Turki bersama Kuzeyboru, Smarzek dilaporkan sudah ikut berlatih bersama skuad Popsivo Polwan sejak akhir pekan lalu.
Baca Juga: Intip Peta Kekuatan dan Prediksi Juara Final Four Proliga 2026
Di sektor putra, tensi tidak kalah mendidih. Sang juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi, melakukan manuver besar-besaran. Mereka resmi mendatangkan mesin pencetak poin asal Bulgaria dari klub Liga Italia (Vero Volley Monza), Martin Atanasov, guna menggantikan Aimal Khan. Tak berhenti di situ, Bhayangkara juga memperkuat ritme permainan dengan mendatangkan Setter sarat pengalaman, Nizar Zulbikar, dari Liga Thailand, serta merekrut darah muda Farhan Fahreji.
Bhayangkara bahkan masih dikabarkan mendekati Basil Dermaux (Belgia) dan Noumory Keita (Mali) sebelum jendela transfer benar-benar ditutup.
Sementara itu, rival berat mereka, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, memilih jalur taktis dengan memulangkan Opposite lokal berdaya ledak tinggi, Dimas Saputra. Namun, rumor paling liar saat ini menyebutkan bahwa LavAni tengah menjajaki komunikasi dengan legenda voli Jerman, Georg Grozer.
Tuan rumah seri pembuka, Surabaya Samator, juga tak mau ketinggalan dengan resmi memulangkan Livan Tabuada untuk memanjakan publik Jawa Pos Arena.
Hari ini, Senin (30/3), menjadi “masa tenang” yang menipu. Secara teknis, tim-tim yang lolos ke Final Four hanya memiliki waktu kurang dari 48 jam sebelum roster dikunci permanen pada Technical Meeting H-1.
Apakah akan ada “bom” transfer mengejutkan lainnya sebelum pendaftaran ditutup total pada hari Rabu esok? Satu hal yang pasti, dengan skuad bertabur bintang dunia ini, Final Four Proliga 2026 di Surabaya dipastikan akan menjadi salah satu pagelaran voli paling epik dalam sejarah olahraga Indonesia. (*)






