KabarBaik.co, Mojokerto – Kepedulian terhadap kesejahteraan warga terus menjadi prioritas Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa. Kali ini, perhatian itu diwujudkan lewat program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), yang menyasar warga yang rumahnya sudah sangat memprihatinkan.
Baru-baru ini, Bupati Albarraa bersama rombongan meninjau langsung rumah milik Eni, seorang warga Dusun Karangsari yang tinggal bersama ibunya. Kondisi rumah yang kumuh dan tidak layak menjadi perhatian serius karena ibunya Eni sudah sembilan tahun kehilangan penglihatan akibat katarak.
“Kami hari ini berkunjung ke rumah Bu Eni di Dusun Karangsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko. Berdasarkan informasi dari masyarakat, rumah ini memang sudah tidak layak huni. Bu Eni juga tinggal bersama ibunya yang mohon maaf sudah kurang lebih sembilan tahun tidak bisa melihat karena sakit katarak,” ujar Bupati Albarraa saat meninjau lokasi.
Melihat kondisi tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Barra berjanji akan membangun kembali rumah tersebut sehingga aman dan nyaman bagi Eni serta ibunya.
“Kami mengunjungi langsung kondisi rumah ini dan insyaallah akan kita bangun sehingga menjadi rumah layak huni kembali. Harapannya setelah dibangun nanti Bu Eni dan keluarga bisa hidup lebih layak, jadi kalau hujan tidak kehujanan dan kalau panas tidak kepanasan,” jelasnya.
Gus Barra juga menekankan bahwa meskipun Kecamatan Sooko padat penduduk dan dekat dengan pusat kota, masih banyak rumah warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Padahal Sooko ini termasuk kecamatan yang ramai penduduk, tetapi masih ada rumah yang kondisinya tidak layak huni. Karena itu kami berkomitmen untuk terus membangun dan memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni yang ada di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Proses pembangunan rumah ini dijadwalkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri. Pemerintah memastikan rumah tersebut nantinya siap huni dengan kondisi yang layak dan nyaman.
“Pengerjaannya insyaallah dimulai setelah Lebaran. Panjenengan tenang saja, nanti setelah selesai tinggal menerima kunci rumahnya dan pastinya sudah layak untuk ditinggali,” pungkas Gus Barra. (*)








