KabarBaik.co – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur terus bekerja keras mengidentifikasi para korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Hingga saat ini sejumlah jenazah telah berhasil diidentifikasi melalui proses ilmiah dan teliti.
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Khusnan Marzuki menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan menggabungkan data antemortem dari keluarga korban, seperti catatan medis, data gigi, sidik jari, hingga properti pribadi, dengan data postmortem yang diperoleh dari hasil pemeriksaan jenazah.
“Pencocokan data ini menjadi kunci dalam mengungkap identitas korban, meskipun beberapa ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan,” jelasnya Selasa (7/10).
Berikut daftar jenazah yang berhasil diidentifikasi hingga saat ini:
– Maulana Alfan Ibrahimavic, 15, warga Bangkalan, domisili Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya
– Mochammad Mashudulhaq, 14, warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya
– Muhammad Soleh, 22, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung
– Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17, warga Putat Jaya, Surabaya
– Moch. Agus Ubaidillah, 14, warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya
– Muhammad Raihan Mustofa, 17 tahun, warga Kelurahan Banyuayu, Kamal, Bangkalan, Madura.
– Abdul Fatah, 18, warga Asem Manunggal, Surabaya
– Wasiur Rohim, 17, warga Gayungan, Surabaya.
– Muhammad Aziz Pratama Yudistira, 16, warga Pulau Kapuk Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat.
– Muhammad Dafin, 13, warga Desa Bulu Lor, Semarang, Jawa Tengah. Jenazah Dafin teridentifikasi dari dua kantong jenazah yang digabung.
– Muhammad Ali Rahbini, 19, warga Dusun Plaza Bireuen, Tambelang, Sampang
– Sulaiman Hadi, 15, warga Morleki Kolla Modung, Bangkalan, Madura.
Sebelumnya, lima korban telah lebih dulu teridentifikasi, yakni:
– Firman Nur, 16, warga Jalan Tembok Lor 38A, Surabaya.
– Muhammad Azka Ibadurrahman, 13, warga Jalan Randu Indah No. 14, Kenjeran, Surabaya.
– Daul Milal, 15, warga Jalan Sido Kapasan Gang 8 No. 18, Surabaya.
– Nuruddin, 13, warga Karangayam, Blega, Bangkalan.
– Ahmad Rijalul Haq, 16, warga Jalan Dukuan Baru I No. 57, Surabaya.
Sementara itu, sejumlah jenazah lainnya masih dalam proses pencocokan DNA dengan data keluarga korban. Sebagian di antaranya hingga kini masih berstatus Mr X. (*)








