Bengawan Solo di Bojonegoro Tercemar, DLH Lakukan Koordinasi dan Uji Sampel Air

oleh -8 Dilihat
WhatsApp Image 2025 09 26 at 11.44.01
Bendung Gerak Bengawan Solo di Kecamatan Trucuk, Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah hilir Kabupaten Bojonegoro dipastikan dalam kondisi tercemar. Hal ini terpantau melalui sistem pemantauan mutu air milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Stasiun Onlimo KLHK59, Kecamatan Padangan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Benny Subiakto, mengungkapkan tren pemantauan sejak 16–22 September 2025 menunjukkan status mutu air Bengawan Solo masuk kategori tercemar ringan hingga sedang.

“Berdasarkan data Onlimo KLHK59, status mutu air yang masuk wilayah Bojonegoro sudah tercemar ringan sampai tercemar sedang,” ujarnya, Jumat (26/9).

Benny menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Ngawi. Dari koordinasi tersebut diketahui, kondisi air Bengawan Solo yang masuk wilayah Ngawi sudah lebih dulu tercemar. “Dengan demikian, dugaan pencemaran ini bukan berasal dari wilayah Bojonegoro,” tegasnya.

DLH Bojonegoro juga melaporkan kondisi ini ke DLH Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, serta Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK di Surabaya. Langkah tersebut ditempuh untuk mengidentifikasi sumber pencemar sekaligus menentukan upaya penanggulangan.

Menurut Benny, meski kualitas air mengalami pencemaran, kondisi warna keruh di titik pantau Padangan mulai berkurang dan bergeser ke hilir. Selain itu, DLH juga telah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium pihak ketiga di Surabaya. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam 10–15 hari mendatang.

Sementara itu, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Buana Bojonegoro memastikan distribusi air bersih yang bersumber dari Bengawan Solo masih aman. Direktur Perumda Tirta Buana, Khairul Anwar, menyatakan proses pengolahan air tetap berjalan normal meski kondisi air baku keruh dan berwarna kehitaman.

“Pengolahan air menggunakan bahan kimia yang aman dan disesuaikan dengan kondisi air baku. Hasil distribusinya masih baik untuk pelanggan,” jelas Khairul.

Khairul menjelaskan, Perumda Tirta Buana memiliki lima titik instalasi pengolahan air di Kecamatan Padangan, Purwosari, Kalitidu, Trucuk, dan Kanor. Menurutnya, kondisi air baku di Padangan dan Purwosari terlihat lebih pekat karena dua pekan terakhir tidak turun hujan, namun masih dalam batas aman untuk dilakukan pengolahan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.