KabarBaik.co – Usai musibah ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pemerintah pusat berencana membangun kembali gedung pesantren tersebut.
Pembangunan ulang ini akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sejumlah tim teknis dari Kementerian PU mulai melakukan pengecekan di area Ponpes Al Khozin, Kamis (9/10) pemeriksaan dilakukan secara detail, meliputi kondisi konstruksi bangunan, kontur tanah, serta luas lahan pesantren yang terdampak.
Kegiatan tersebut merupakan langkah awal proses perencanaan pembangunan kembali pondok yang sebelumnya ambruk akibat musibah beberapa waktu lalu. Dari hasil pantauan, tim juga melakukan pendataan terhadap kebutuhan fasilitas pesantren yang akan dibangun.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Sidoarjo Moh. Sholehuddin membenarkan adanya rencana pembangunan ulang tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya turut mendampingi tim teknis PU saat melakukan pertemuan dengan pengasuh pondok KH. Raden Abdus Salam Mujib, di kediamannya.
“Dengan pesantren untuk istilahnya itu mendesain, mengecek seluruh pondok Al Khoziny ini luas tanahnya berapa, jumlah santrinya berapa, butuh kelas berapa, butuh asrama berapa, kemudian bangunan yang sekiranya nanti dibutuhkan itu seperti apa. Konsultasi dengan pengasuh, kemudian pihak PU ini mendesain gambarnya seperti apa, plus struktur bangunannya seperti apa. Ini sedang dilakukan pihak PU pusat,” ungkap Sholehuddin saat dikonfirmasi Sabtu (11/10).
Menurut Sholehuddin, pendataan yang dilakukan ini merupakan tahap awal penyusunan desain dan struktur bangunan baru yang akan disesuaikan dengan kebutuhan pesantren dan jumlah santri yang ada.
Ia menambahkan meski besaran anggaran dan teknis pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan provinsi masih menunggu keputusan lebih lanjut, kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari instruksi langsung Menteri PU untuk menindaklanjuti rencana pembangunan ulang tersebut.
“Cuma ini diadakan untuk Pak Menteri agar mendata area, kebutuhan, kemudian perkiraan desain dan strukturnya seperti apa,” imbuhnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat, diharapkan proses pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny dapat segera terealisasi agar kegiatan pendidikan para santri bisa kembali berjalan normal.
Tim teknis dari Kementerian PUPR pusat dan provinsi dijadwalkan akan terus melakukan pemantauan hingga tahap perencanaan rampung. (*)








