KabarBaik.co – Bakal Calon Bupati (Bacabup) petahana Hendy Siswanto menyebut memulai langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi potensi kotak kosong dalam Pilkada 2024. Karena keragaman masyarakat Jember yang perlu diakomodasi dengan baik dalam proses demokrasi.
Saat ditemui di sela kegiatannya, Hendy menungkap kekhawatirannya terhadap kemungkinan terjadinya lumbung kosong dalam kontestasi politik.
“Saya menilai karena keberagaman masyarakat Jember membutuhkan representasi yang beragam pola dalam pemilihan kepala daerah,” ujar Hendy, Rabu (7/8).
Oleh sebab itu, ia berpendapat bahwa adanya beberapa Bacabup-Bacawabup dalam pemilihan akan menjadi langkah yang tepat untuk mewakili berbagai elemen masyarakat.
“Kalau kita berbicara demokrasi, tentunya ada beberapa kandidat itu lebih bagus, apalagi jumlah masyarakat Jember banyak, dengan itu bisa ada opsi bagi pemilih,” jelas Hendy.
Meski saat ini ia sudah menerima surat tugas dari PDIP, Hendy mengaku tetap butuh dukungan dari partai lain untuk memenuhi syarat minimal dukungan dalam Pilkada.
“Meskipun PDIP hanya memiliki 8 kursi di dewan, saya tetap optimistis untuk mengumpulkan dukungan yang cukup untuk kembali bertarung dalam kontestasi politik 2024 mendatang,” ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan, selain mendekati partai lain seperti Golkar yang memiliki 6 kursi di DPRD Jember, Hendy juga merencanakan langkah politik dengan menghibahkan aset negara berupa kantor kepada PDIP Jember.
Hendy juga menyatakan komitmennya untuk memastikan persyaratan Pilkada terpenuhi dengan mendesak dewan untuk menindaklanjuti surat permohonan hibah kantor dan melengkapi persyaratan di Jakarta.
“Kan minimal 10 kursi. Akan kami lengkapi di situ, biar syarat pendaftaran bisa terpenuhi,” ujar Hendy.
Dengan langkah-langkah proaktif yang diambil oleh Hendy Siswanto, diharapkan potensi kotak kosong dalam Pilkada 2024 di Jember dapat dihindari, dan demokrasi dapat tetap dijunjung tinggi dalam kontestasi politik mendatang.(*)








