100 Hari Kerja Pertama, Sri Mulyani Ungkap 6.187 Penindakan Barang Ilegal

oleh
IMG 20250206 WA0004
Menkeu Sri Mulyani mengecek barang bukti hasil pengungkapan barang ilegal. (Yudha)

KabarBaik.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas penyelundupan yang berpotensi merugikan perekonomian nasional. Dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (5/2), Sri Mulyani mengungkapkan pencapaian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama 100 hari pertama Kabinet Merah Putih di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan.

“Terima kasih Bapak atas rapat koordinasi dan terus-menerus kita berkomitmen untuk menjalankan Asta Cipta Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto. Terutama perhatian beliau untuk kita semuanya bekerja sama memberantas penyelundupan yang bisa membahayakan perekonomian kita, terutama pada pelaku industri dan juga di dalam menjaga daya saing dan perdagangan yang sehat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam 100 hari pertama pemerintahan, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mengatasi unfair competition serta tindakan ilegal yang dilakukan para pelaku penyelundupan.

Sepanjang tahun 2024, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat 37.264 penindakan. “Komoditas utama adalah hasil tembakau, yang menyumbang 77% dari penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai senilai Rp300,2 triliun pada tahun 2024,” ungkapnya.

Selain tembakau, komoditas lainnya yang diawasi ketat adalah minuman mengandung etil alkohol, tekstil dan produk tekstil, narkotika psikotropika dan prekursor (NPP), serta barang elektronik. Total nilai barang yang berhasil disita sepanjang 2024 mencapai Rp9,6 triliun, dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp4,2 triliun.

Khusus untuk narkotika, Ditjen Bea dan Cukai bekerja sama dengan Polri dan BNN telah melakukan 1.448 penindakan.

“Ada 7,4 ton barang bukti yang diamankan, berupa ganja, sabu, tembakau sintetis, ekstasi, dan MDMD inaka,” terangnya.

Untuk periode 100 hari pertama Kabinet Merah Putih, telah dilakukan 6.187 tindakan penindakan dengan nilai barang mencapai Rp4,06 triliun, serta potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp820 miliar. Dari jumlah tersebut, 2.657 kasus telah ditetapkan sebagai barang dikuasai negara (BDN), sementara 569 kasus telah dilimpahkan ke instansi lain.

Sementara itu, 2.841 kasus masih dalam proses penyidikan. Lokasi utama terjadinya penyelundupan adalah pelabuhan (49%), pelabuhan udara (15%), pesisir (10%), serta jalur darat lainnya.

Di wilayah Jawa Timur, sepanjang tahun 2024 dilakukan 4.215 penindakan dengan nilai barang yang dicegah mencapai Rp785 miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp293 miliar. “Wilayah Jawa Timur konsentrasinya adalah komoditas garmen, tekstil, besi baja, rokok, minuman keras, dan narkotika,” jelasnya.

Modus yang sering digunakan dalam penyelundupan di Jawa Timur adalah penyalahgunaan pemberitahuan kepabeanan. “Sebanyak 266 juta batang rokok ilegal berhasil dicegah, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp356 miliar,” lanjutnya.

Selain itu, Ditjen Bea dan Cukai juga menggagalkan penyelundupan minuman keras impor sebanyak 40.000 liter senilai Rp6,9 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp3 miliar. Barang lain yang diamankan meliputi produk tekstil, kendaraan bermotor, barang elektronik, serta kosmetik dengan total potensi kerugian negara mencapai miliaran rupiah.

Sri Mulyani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pemberantasan penyelundupan. “Kami dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepemimpinan Pak Menko yang terus memberikan dukungan pada keseluruhan upaya bersama sinergi untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyelundupan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.