Wilayah Gresik Dilalap 32 Kebakaran dalam Sepekan, Mayoritas Akibat Kelalaian

oleh -5 Dilihat
2a48076b 9fde 4dfc bb02 9277744ce6c9
Petugas damkar berjibaku memadamkan kebakaran di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Intensitas kejadian kebakaran terus meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau. Masyarakat diimbau lebih waspada. Apalagi, mayoritas amuk si jago merah disebabkan kelalaian manusia.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gresik mencatat, kurun waktu 1-7 September 2024, dalam sepekan menerima 32 laporan kejadian kebakaran. Artinya, dalam sehari minimal ada empat kali amuk si jago merah.

“Selama September (tanggal 1-7, red) ini tercatat ada 32 kejadian kebakaran. Kebanyakan kebakaran lahan kosong atu ilalang,” tandas Kepala DPKP Gresik, Suyono, Minggu (8/9).

Kemarau mengakibatkan lahan-lahan kosong yang ditumbuhi ilalang mengering. Alhasil, sangat mudah tersulut api dan terbakar. Hanya karena puntung rokok saja berpotensi terbakar.

“Ini dari kejadian yang ada, banyak kebakaran disebabkan aktivitas pembakaran sampah yang ditinggal begitu saja. Sehingga merembet ke lahan sekitar,” ungkapnya lagi.

Paling baru, kebakaran hebat melahap tumpukan sampah di depan UPT SMPN 20 Gresik, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, Sabtu (7/9) malam. Besarnya kobaran api membuat warga sekitar panik sehingga melaporkan ke damkar.

Mengacu pada tingginya intensitas kebakaran akhir-akhir ini, pihak DPKP Gresik mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Serta bertanggung jawab ketika membakar sampah harus ditunggu hingga padam.

Banyak kejadian ini cenderung meningkat di banding bulan Agustus 2024. Selama satu bulan kemarin, ada 112 kejadian kebakaran. Atau minimal tiga kali kejadian amuk si jago merah dalam sehari. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.