WALHI Dukung Tolak Pengalihan Lahan Hutan Jadi Lokasi Wisata di Pasuruan 

oleh -48 Dilihat
IMG 20260330 WA0025
Aksi warga Prigen menolak alih fungsi hutan sebagai area wisata. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap aksi penolakan warga Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga tersebut menolak rencana pembangunan real estate yang kini berubah konsep menjadi kawasan wisata alam terpadu.

Proyek tersebut dinilai lebih banyak membawa kerugian ekologis dan mengancam keselamatan warga sekitar dibanding manfaat investasinya. “Proyek tersebut akan merusak ekologi hutan, sumber mata air lenyap, dan habitat satwa juga akan musnah. Dampaknya potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, dan longsor akan meningkat,” ujar Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Timur, Indra Pradipta.

Indra menjelaskan bahwa lokasi pembangunan seluas 22 hektare lebih di kawasan hutan lereng gunung Arjuna-Wlirang itu merupakan catchment area (daerah resapan air) yang didominasi oleh hutan lindung. Secara geografis, wilayah tersebut memiliki kemiringan tebing lebih dari 40 derajat, sehingga sangat rentan terhadap pergerakan tanah jika vegetasi alaminya dihilangkan.

“Jika kawasan ini dialihfungsikan, kerentanan ruangnya akan semakin tinggi. Yang dipertaruhkan bukan hanya lingkungan, tapi juga kesejahteraan warga yang selama ini bergantung pada sumber daya alam hutan dan mata air tersebut,” tambahnya.

Menurut aktivis lingkungan itu, hutan Tretes berfungsi sebagai “Sabuk Hutan” yang melindungi pemukiman di sekitarnya. Lokasi tersebut harus tetap dijaga kelestariannya. Indra mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pasuruan untuk segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan perizinan dan melarang alih fungsi lahan.

“Harus diperhitungkan secara matang, apakah pembangunan ini benar-benar kebutuhan warga atau hanya kepentingan segelintir orang. Kami mendukung penuh agar sabuk hutan ini tetap lestari dengan fungsi ekologisnya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.