TPS Perkuat Pelestarian Pesisir Surabaya dengan Pembibitan Mangrove Adaptif

oleh -3 Dilihat
IMG 20260211 WA0005
TPS menerapkan konsep pembibitan adaptif, yakni pendekatan berkelanjutan yang mengedepankan pembelajaran, penyesuaian, dan kolaborasi.

KabarBaik.co, Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir melalui program prioritas bertajuk Menanam Harapan, Menjaga Keberlanjutan.

Program ini difokuskan pada pembibitan mangrove sebagai langkah strategis untuk melestarikan ekosistem pesisir sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

Melalui inisiatif tersebut, TPS tidak hanya berupaya melindungi kawasan operasional terminal, tetapi juga ingin menghadirkan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas pesisir di Surabaya dan sekitarnya.

Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan secara berkelanjutan.

Namun, upaya rehabilitasi mangrove bukan tanpa tantangan. TPS menyadari bahwa salah satu kendala utama di wilayah pesisir adalah keterbatasan bibit mangrove yang sesuai dengan karakteristik lingkungan yang berhadapan langsung dengan laut lepas.

Perubahan arus laut, tingginya tingkat abrasi, serta kondisi salinitas yang dinamis membuat tidak semua jenis mangrove mampu tumbuh optimal.

Akibatnya, meskipun kesadaran masyarakat untuk menjaga pesisir terus meningkat, program penanaman mangrove kerap belum memberikan hasil maksimal. Kondisi inilah yang mendorong TPS untuk mencari pendekatan yang lebih efektif dan terukur.

Merespons tantangan tersebut, TPS menjalin kerja sama dengan kelompok petani mangrove lokal Kompak Mandiri Lestari. Kolaborasi ini difokuskan pada penyediaan bibit mangrove jenis Rhizophora Mucronata yang dibudidayakan secara terkontrol dan siap tanam.

Jenis mangrove ini dipilih karena dinilai paling sesuai dengan kondisi pesisir terbuka. Rhizophora Mucronata memiliki sistem akar tunjang yang kuat sehingga mampu meredam gelombang laut, mengurangi dampak abrasi, serta meningkatkan ketahanan garis pantai.

Berbeda dengan beberapa jenis mangrove lain yang dapat tumbuh dan menyebar secara alami, Rhizophora Mucronata memerlukan proses pembibitan khusus sebelum ditanam di lapangan. Oleh sebab itu, TPS menerapkan konsep pembibitan adaptif, yakni pendekatan berkelanjutan yang mengedepankan pembelajaran, penyesuaian, dan kolaborasi.

Melalui pendekatan ini, proses pembibitan dirancang agar mampu merespons perubahan kondisi lingkungan pesisir yang sangat dinamis. Pemilihan jenis bibit, teknik penyemaian, media tanam, hingga waktu penanaman disesuaikan dengan faktor pasang surut, tingkat salinitas, arus laut, dan potensi abrasi.

Pendekatan adaptif tersebut juga diperkuat dengan pendampingan intensif kepada petani mangrove lokal. Dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman masyarakat setempat, TPS berupaya meningkatkan kualitas bibit sekaligus memperbesar tingkat keberhasilan penanaman di lokasi rehabilitasi.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk kepentingan lingkungan, tetapi juga untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Program Menanam Harapan, Menjaga Keberlanjutan merupakan bentuk komitmen TPS dalam menjawab tantangan pesisir secara menyeluruh. Melalui pembibitan mangrove yang adaptif, kami ingin memastikan upaya pelestarian dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem maupun masyarakat,” ujar Erika, Rabu (11/2).

Menurutnya, keberhasilan pelestarian pesisir tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan konsistensi, sinergi, serta keterlibatan aktif masyarakat agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Program pembibitan mangrove ini ditargetkan menghasilkan bibit siap tanam pada April 2026. Hasilnya diharapkan mampu memperkuat perlindungan garis pantai, mengurangi risiko abrasi, serta menjaga kualitas ekosistem pesisir dalam jangka panjang.

Selain dampak ekologis, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok petani mangrove melalui aktivitas pembibitan yang berkelanjutan. Dengan demikian, program pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa menjaga pesisir memerlukan konsistensi dan kolaborasi jangka panjang. Melalui program ini, TPS ingin terus hadir sebagai mitra masyarakat pesisir dengan solusi yang relevan, adaptif, dan berdampak nyata,” tutup Erika.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.