KabarBaik.co – Ribuan warga memadati kawasan Simpang Lima Krian, Sidoarjo, untuk menyaksikan pertunjukan dan kirab budaya yang digelar di Kelenteng Tri Dharma Teng Swie Bio, Minggu (2/11).
Acara berlangsung meriah dengan berbagai atraksi budaya, mulai dari gunungan sayur dan buah, tumpeng raksasa, parade reog, hingga iring-iringan masyarakat lintas etnis dan agama.
Bupati Sidoarjo Subandi yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kirab budaya.
Menurut Subandi, kegiatan ini bukan hanya perayaan ulang tahun kelenteng, tetapi juga simbol kuatnya harmoni dan toleransi di Kabupaten Sidoarjo.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang mempersiapkan kegiatan ini dengan semangat dan kebersamaan. Kirab budaya ini menjadi simbol harmoni, toleransi, dan persaudaraan. Selain melestarikan budaya dan sejarah, kegiatan seperti ini juga mempererat tali silaturahmi antarumat beragama agar Sidoarjo selalu aman, damai, dan rukun,” ujar Bupati Subandi dalam sambutannya.
Subandi juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilestarikan dan dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan di Sidoarjo.
“Kirab budaya seperti ini mengajarkan nilai-nilai luhur persatuan, gotong royong, dan kebhinekaan yang menjadi kekuatan masyarakat kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua panitia kirab budaya, Wang Chenfung atau yang akrab disapa Hengki, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas berkah yang diterima masyarakat, sekaligus memperingati ulang tahun Kelenteng Tri Dharma Teng Swie Bio.

“Kirab budaya ini kita adakan untuk rasa syukur dan mengingatkan generasi muda bahwa kita masih punya budaya dari leluhur. Sekaligus ini juga dalam rangka ulang tahun kelenteng,” ujarnya kepada KabarBaik.co.
Menurut Hengki, persiapan acara ini dilakukan selama tiga bulan. Meski waktunya singkat, antusiasme masyarakat dan komunitas lintas iman sangat tinggi.
“Ini permintaan dari teman-teman lintas agama di Krian. Ada 39 OKP lintas iman yang ikut terlibat. Jadi, kita sama-sama rukun, damai, dan guyub,” Ungkapnya.
Kegiatan kirab budaya ini juga melibatkan delapan kelenteng dari berbagai daerah di sekitar Sidoarjo. Bahkan, peserta terjauh datang dari Gudo, Jombang.
“Sebenarnya ada juga permintaan dari teman-teman di Jawa Tengah dan Jakarta, tapi karena tempat terbatas, belum bisa kami tampung semua,” Imbuhnya.
Hengki menambahkan, acara ini merupakan kegiatan murni swadaya masyarakat. Beragam elemen turut berpartisipasi, mulai dari karang taruna, reog, paskibraka sekolah, hingga komunitas seni tradisional.
“Kami ingin mengingatkan generasi muda bahwa kita masih punya nilai-nilai budaya yang harus dijaga,” katanya.
Kirab budaya di Kelenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Simpang Lima Krian ini terakhir kali digelar sebelum pandemi COVID-19 dan sempat vakum beberapa tahun. Tahun ini, kegiatan tersebut kembali diadakan dengan semangat baru dan diharapkan bisa menjadi agenda tahunan untuk mempererat kebersamaan lintas agama dan budaya.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut tiap tahun, karena inilah wujud nyata kebersamaan kita di tengah keberagaman,” pungkas Hengki. (*)








