Pohon Natal dari Bambu Hiasi GKJW Jombang, Sarat Makna Kesederhanaan dan Harapan

oleh -8 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 10 at 9.55.53 AM
Dekorasi Natal dari bambu di GKJW simbol kesederhanaan dan harapan (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Sebuah pemandangan tidak biasa menyambut umat ketika memasuki ruang ibadah Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang di Jalan Adityawarman.

Alih-alih pohon cemara sintetis seperti umumnya, umat disuguhi sebuah pohon Natal setinggi enam meter yang dirangkai dari ratusan potongan bambu.

Pohon natal tersebut tersusun dari 220 potongan bambu yang disusun membentuk menara menjulang menyerupai pohon natal.

Lampu-lampu dan lampion berbahan alami turut memperindah tampilan, menghasilkan suasana hangat dan sederhana.

Vikar GKJW Jombang, Zefta Bagus Nugroho, mengatakan pemilihan bambu bukan sekadar estetika visual. Menurut dia, bambu dipilih karena memiliki nilai filosofis yang selaras dengan makna Natal.

“Bambu itu sederhana, tapi akarnya sangat kuat menopang pertumbuhannya menjulang ke atas. Dan saat bertumbuh, ia tidak selalu tegap, ada kalanya melengkung. Itu simbol kerendahan hati,” ujar Zefta Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, karakter bambu yang tahan berbagai musim menjadi pengingat bagi umat kristiani untuk tetap teguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain itu, seluruh bambu yang digunakan merupakan limbah, sehingga memiliki makna inklusif.

“Ini melambangkan bahwa Tuhan Yesus hadir untuk merengkuh mereka yang tersisihkan, yang dianggap tidak berharga, dan memulihkan mereka dengan kasih-Nya,” ujarnya.

Total sebanyak 90 batang bambu dipotong menjadi 220 bagian. Proses pengerjaan dekorasi unik ini berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu.

Tak hanya menghadirkan pohon bambu utama, GKJW Jombang juga menggelar Festival Pohon Natal yang diikuti 10 kelompok jemaat.

Masing-masing kelompok yang terdiri dari dua hingga lima orang membuat satu pohon natal dari bahan daur ulang. Ajang ini menjadi wadah ekspresi sekaligus sarana membangun kebersamaan antar jemaat.

“Harapannya, melalui kegiatan ini warga jemaat bisa merasakan sukacita kebersamaan. Natal itu tentang cinta, damai, dan karya bersama,” kata Zefta.

Ia menambahkan pesan yang ingin disampaikan melalui pohon bambu tersebut sejalan dengan tema Natal Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI): ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Tema ini diharapkan mengingatkan umat bahwa mereka adalah bagian dari keluarga Kerajaan Allah yang dipanggil untuk menghadirkan cinta dan perdamaian.

Kini, pohon natal bambu itu berdiri tegak secara sederhana namun penuh makna, menjadi simbol bahwa dalam kerendahan hati terdapat kekuatan, dan dalam kesederhanaan selalu ada harapan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.