KabarBaik.co, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memastikan kesiapan pasokan listrik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Berbagai langkah pengamanan disiapkan selama periode Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) guna menjaga keandalan listrik, khususnya di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur, Kemas Abdul Gaffur, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengamanan kelistrikan selama masa siaga Rafi yang berlangsung mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan, termasuk yang dipicu kondisi cuaca ekstrem.
“PLN UID Jawa Timur telah menetapkan masa siaga Rafi mulai 14 Maret sampai 29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, termasuk cuaca ekstrem, kami juga menyiagakan National Special Force yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis,” ujar Kemas di Surabaya, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, lokasi strategis yang menjadi fokus pengamanan meliputi tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal, hingga rumah sakit. Selain itu, PLN juga menyiapkan sistem pasokan listrik berlapis guna memastikan layanan tetap berjalan apabila terjadi gangguan pada jaringan utama.
“Pengamanan dilakukan di tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal, hingga rumah sakit dengan sistem suplai listrik berlapis,” katanya.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, PLN UID Jawa Timur menyiapkan 562 posko siaga yang tersebar di berbagai wilayah. Posko tersebut didukung oleh 5.524 personel yang bersiaga selama periode Ramadan dan Idul Fitri guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan kelistrikan.
Selain personel, PLN juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya 92 unit genset, 62 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 234 gardu bergerak, 15 truk crane, 159 mobil operasional, serta 457 sepeda motor operasional. Seluruh peralatan ini disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan di lapangan.
PLN juga mengantisipasi meningkatnya penggunaan kendaraan listrik selama musim mudik Lebaran. Hingga saat ini, sebanyak 297 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiapkan untuk melayani pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
“Penggunaan kendaraan listrik diperkirakan meningkat setiap tahun. Untuk Lebaran tahun ini, kami memprediksi kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu,” jelas Kemas.
Menurutnya, peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Karena itu, PLN terus memperkuat kesiapan infrastruktur pengisian daya, terutama di jalur-jalur perjalanan utama.
Sementara itu, dari sisi beban listrik, PLN memprediksi konsumsi listrik di Jawa Timur akan mengalami penurunan selama Lebaran. Hal ini disebabkan sebagian aktivitas industri berhenti sementara dan banyak masyarakat melakukan perjalanan mudik.
“Pada hari normal, beban listrik di Jawa Timur berkisar antara 5.000 hingga 6.000 megawatt. Namun saat Lebaran biasanya turun menjadi sekitar 4.000 megawatt,” ujarnya.
Secara keseluruhan, PLN memastikan pasokan listrik di Jawa Timur dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai. Dari sisi pembangkit dan sistem transmisi, kapasitas daya mencapai sekitar 9.000 megawatt, sementara prediksi kebutuhan listrik berada di kisaran 5.000 megawatt.
“Dengan kondisi tersebut, masih tersedia ruang cadangan daya yang cukup untuk memastikan pasokan listrik tetap andal selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” kata Kemas.








