KabarBaik.co – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional dengan menyiapkan pasokan listrik berkapasitas hingga 1.260 MVA untuk industri smelter aluminium milik PT Bosai Minerals Group. Dukungan tersebut ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama penyediaan tenaga listrik.
Penandatanganan MoU dihadiri General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, bersama Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, serta jajaran manajemen PLN. Dari pihak PT Bosai Minerals Group, hadir Deputy General Manager Mr. Gavin Cao (Cao Wenqi), Deputy Manager Qiu Rui, serta Consultant Michael Qiu Feng.
Turut hadir pula perwakilan pengelola kawasan industri, yakni Pelaksana Harian Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Rizka Syafitri Siregar, didampingi Kepala Divisi Marketing Dimas Harendra dan Kepala Divisi Pengembangan Tuaji.
Ahmad Mustaqir menjelaskan, MoU ini menjadi landasan kerja sama penyediaan tenaga listrik untuk mendukung operasional smelter aluminium Bosai yang berlokasi di Kawasan Industri SIER Pasuruan. Pasokan listrik dirancang sejak awal secara komprehensif, mencakup aspek teknis, keandalan sistem, hingga kesiapan infrastruktur.
“PLN tidak sekadar menyediakan listrik, tetapi berperan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi. Melalui kerja sama ini, kami memastikan perencanaan pasokan listrik dilakukan secara matang dan berkelanjutan sebagai bentuk dukungan PLN terhadap investasi dan industrialisasi di Jawa Timur,” ujar Ahmad, Selasa (27/1).
Proyek smelter aluminium Bosai ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 600.000 ton aluminium per tahun. Kehadiran industri ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja serta memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, termasuk sektor jasa pendukung dan logistik.
Selain mendukung kebutuhan kelistrikan Bosai, kerja sama ini juga menandai transformasi layanan PLN bagi pelanggan industri skala besar. Bosai Minerals Group tercatat sebagai pelanggan Konsumen Tegangan Ekstra Tinggi (KTET) pertama di Jawa Timur yang dilayani melalui sistem 500 kV. Hal ini mencerminkan kesiapan infrastruktur kelistrikan nasional dalam melayani kebutuhan energi berskala besar dan berteknologi tinggi.
“Kolaborasi ini menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur kelistrikan sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional,” tambah Ahmad.
Sementara itu, Deputy General Manager Bosai Minerals Group, Cao Wenqi, mengapresiasi dukungan PLN dan pengelola kawasan industri dalam memfasilitasi rencana investasi perusahaan.
“Keandalan listrik dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama dalam keputusan investasi kami. PLN kami lihat sebagai mitra strategis yang responsif dan profesional, khususnya dalam mendukung industri hilirisasi tambang yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan berkualitas tinggi,” ujar Cao Wenqi.








