Pencairan Ditunda karena Pilkada, Penerima Bansos Kecewa

oleh -5 Dilihat
IMG 20241018 WA0008
Salah satu masyrakat penerima Bansos dari Pemkab Jember, Holilah. (Ist).

KabarBaik.co – Keputusan Pemkab Jember menunda bantuan sosial (Bansos) menuai pro kontra di kalangan masyarakat. Penundaan pencairan itu ternyata banyak dikeluhkan oleh calon penerima.

Keluhan itu datang dari masyarakat kurang mampu yang sangat berharap akan bantuan dari pemerintah.

Kekecawan itu disampaikan oleh salah satu calon penerima, Holilah. Ia mengaku sudah menunggu cukup lama untuk bisa menerima bantuan tersebut.

“Kalau buat saya bantuan itu berarti, jangankan ditunda berbulan-bulan, satu minggu saja bagi saya sudah terasa lama, karena kami butuh,” kata Holilah saat dikonfirmasi di kediamannya, Jumat (18/10).

Wanita asal Dusun Gudangrejo, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji itu juga menyampaikan kekecewaannya setelah mendengar alasan penundaan dikaitkan dengan politik.

“Kami itu masyarakat kecil tidak
paham soal politik ini itu. Jangan dikait-kaitkan, rakyat kecil kecewa, bantuan itu tidak ada hubungannya dengan politik, saya sebagai penerima Bansos kecewa,” katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat seperti dirinya dan keluarganya.

“Keluarga ada enam orang, ada suami, ibu mertua, adik, dan anak dua. Manfaatnya banyak, karena kan juga buat bantu-bantu yang ada di rumah. Jadi kalau bantuan itu benar-benar ditunda ya penerima Bansos menangis,” ungkap Holillah.

Holilah berharap, bantuan tersebut jangan sampai tertunda, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang kurang mampu.

“Kalau harapan saya, kalau bisa jangan sampai ditunda, kayak biasanya saja. Karena seperti saya orang kecil, juga membutuhkan bantuan itu, ya kalau ditunda sangat kecewa,” ungkapnya.

Senada dengam Holillah, Devi Ika Yustiantini, warga Dusun Gudangrejo, Desa Rambipuji, Jember juga kecewa atas keputusan sepihak Pemkab Jember tersebut yang menunda penyaluran bantuan hanya karena Pilkada 2024.

“Kalau bantuan itu ditunda karena Pilkada, tentu saya tidak setuju, karena Pilkada sama BLT kan tidak ada hubungannya,” ujarnya.

Devi menegaskan jika ia tidak setuju bantuan ditunda hanya karena Pilkada. Karena terkesan mengorbankan rakyat.

“Saya heran karena Pilkada sampai mengorbankan rakyat, tidak ada hubungannya kasihan untuk orang yang membutuhkan,” katanya.

“Kalau soal pilihan itu tergantung individu, jadi terserah mau pilih siapa, bukan karena nanti dapat BLT jadi pilih ini, kita pilih paslon memang dari hati nurani, bukan dari apa-apanya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.