KabarBaik.co, Sidoarjo – Tradisi kupatan usai Hari Raya Idul Fitri menjadi kebiasaan umat Islam yang terus berlangsung setiap tahunnya. Di momen ini, Jalan Setiabudi, Krian, Sidoarjo, dipadati pedagang janur musiman yang menjajakan berbagai perlengkapan Lebaran Ketupat.
Tak hanya janur mentah, para pedagang juga menjual selongsong ketupat yang sudah jadi hingga pelengkap hidangan lontong sayur seperti ketewel. Lapak-lapak sederhana ini memudahkan warga yang ingin merayakan tanpa harus repot menyiapkan dari awal.
Salah satu pedagang, Lukman, 42, warga Desa Becirongor, Wonoayu, mengatakan fenomena banyaknya pedagang tahun ini cukup terasa. Namun, kondisi tersebut tidak diiringi dengan peningkatan jumlah pembeli.
“Yang jualan sekarang banyak, jadi saingan juga makin banyak. Tapi pembeli tidak seramai tahun kemarin,” ujarnya pada kabarBaik.co saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3).
Lukman yang sudah 15 tahun berjualan janur mengaku tetap mempertahankan kualitas dagangannya dengan mendatangkan bahan baku dari Lumajang. Ia juga menjual berbagai variasi produk, mulai dari janur mentah, ketupat siap pakai, hingga ketewel sebagai pelengkap lontong sayur.
Untuk harga, ia memilih tidak menaikkan tarif demi menjaga daya beli masyarakat. Ketupat siap pakai dijual Rp 10.000 per ikat, sedangkan janur mentah Rp 8.000 per ikat.
Meski puncak pembelian biasanya terjadi pada H+3 hari raya idul Fitri, Lukman menilai penjualan tahun ini tetap mengalami penurunan. Ia menduga kondisi ekonomi menjadi salah satu penyebabnya.
Usaha ini dijalankan bersama keluarga, di mana istrinya memproduksi selongsong ketupat di rumah, sementara Lukman fokus berjualan di pinggir jalan.
“Saya sendiri jualan dibantu istri saya dengan membuat selongsong ketupat di rumah. Saat selongsong itu sudah jadi baru saya bawa untuk dijual,“ imbuhnya
Hingga mendekati hari puncak, ia berharap dagangannya bisa habis terjual. Meski persaingan meningkat dan pembeli tak seramai tahun lalu, tradisi Lebaran Ketupat tetap menjadi momen yang dinanti sekaligus peluang mencari tambahan rezeki. (*)






