KabarBaik.co – Jelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengumumkan keberhasilannya menemukan kolom minyak pengeboran sumur perdana Banyu Urip Infil Clastic (BUIC). Hal ini menjadi kabar baik lantaran mereka bakal melibatkan kontraktor dan tenaga lokal serta produk buatan Indonesia.
Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall menjelaskan bahwa pengeboran BUIC kali ini menggunakan anjungan dan peralatan yang keseluruhannya dibuat di Indonesia.
“Selain itu, anjungan dan peralatan tersebut dioperasikan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero),” jelasnya.
Dengan keberhasilan pengeboran ini maka telah menunjukkan PT PDSI berkompeten dalam upaya pengeboran minyak dan gas bumi. “Serta komitmen SKK Migas dan KKKS dalam mengimplementasikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas,” lanjutnya.
Pengumuman EMCL ini secara tak langsung dapat dikatakan sebagai sebuah kado istimewa jelang Hari Lahir Republik Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif sangat bersyukur atas realisasi perdana produksi pengeboran sumur infil clastic sebesar 13.300 BOPD. “Momen ini menjadi sarana mendorong optimisme atas masa depan industri hulu migas,” ujarnya.
Menurutnya keberhasilan ini menjadi angin segar bagi kondisi minyak di Indonesia saat ini yang bahkan harus impor untuk menutupi defisit. Sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi minyak seperti yang telah dicanangkan sebelumnya yakni dengan target 1 juta BOPD.
Menteri ESDM meminta upaya untuk peningkatan tidak hanya dari lapangan existing, tetapi juga adanya kegiatan seismik baru. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki banyak potensi minyak. Seperti halnya di Cepu yang per hari ini, Rabu (14/8) sudah menghasilkan 630 juta barel dan masih memiliki potensi menghasilkan miliar barel.
“Harus segera dilakukan percepatan eksplorasi agar segera ada kepastian. Pemerintah memberikan dukungan bagi Exxon untuk melakukan kegiatan seismik dan eksplorasi baru di wilayah lain,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan setelah keberhasilan pengeboran sumur pertama, diharapkan pada kuartal 4 tahun 2024 akan onstream pengeboran sumur kedua dan memberikan tambahan produksi hingga 9.300 BOPD di tahun 2024.
Investasi untuk ketujuh pemboran sumur dengan ikut memperhitungkan pekerjaan subsurface Rp 3,25 triliun.
“Dan diperkirakan memberikan penambahan penerimaan negara sebesar Rp 32 triliun serta diharapkan dapat memberikan tambahan minyak sebesar 42.92 million metric stock tanks barrels (MMSTB),” katanya.(*)








