KabarBaik.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan kesiapan penuh dalam mengendalikan arus lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penegasan ini menyusul prediksi meningkatnya pergerakan masyarakat di Kota Malang karena diperkirakan menjadi titik sentral mobilitas di wilayah Malang Raya.
Kepala Dishub (Kadishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa pengaturan arus masuk kendaraan dari arah Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, menjadi fokus utama pengamanan lalu lintas selama periode Nataru. “Jalan Ahmad Yani adalah pintu masuk paling krusial ke Kota Malang. Di titik inilah pengendalian arus akan kami perkuat agar kepadatan bisa ditekan sejak awal,” tegas Jaya, Sabtu (20/12).
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, volume pergerakan masyarakat pada momen Nataru tahun ini diprediksi meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya. Untuk wilayah Malang Raya, kenaikan mobilitas diperkirakan mencapai 2,71 persen.
Menurut Jaya, kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan lintas sektor, mengingat Kota Malang tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga jalur lintasan menuju daerah lain seperti Kota Batu. “Kota Malang sangat mungkin menjadi titik sentral. Jika akses ke Kota Batu sudah padat, arus kendaraan akan dialihkan melalui Tol Pakis atau Tol Madyopuro. Karena itu, pengendalian harus dilakukan secara terpadu,” ujarnya.
Dishub Kota Malang pun menegaskan telah menyiapkan langkah pengendalian lalu lintas bersama Polresta Malang Kota dan instansi terkait. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara insidental dan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Tak hanya itu, Pos Pelayanan, Pos Pantau, dan Pos Pengamanan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran dan keamanan arus kendaraan selama libur Nataru. Penegasan kesiapan juga diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi. Dishub akan mengoptimalkan Area Traffic Control System (ATCS) dan jaringan CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time di berbagai ruas jalan Kota Malang.
“Biasanya kepadatan dari arah Kabupaten Malang terjadi di kawasan Kacuk sampai pabrik gula Kebon Agung. Ini menunjukkan persoalan transportasi tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Kota dan Kabupaten Malang harus menjadi satu kesatuan koordinasi,” tegasnya.
Adapun titik rawan kepadatan di dalam Kota Malang diprediksi terjadi di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Malang Creative Center (MCC) di Kecamatan Blimbing, jalur menuju Tol Madyopuro, kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Jalan Borobudur, hingga akses menuju Universitas Brawijaya (UB) di Kecamatan Lowokwaru.
Dishub Kota Malang memastikan seluruh langkah antisipatif tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat serta wisatawan yang melintas dan beraktivitas di Kota Malang selama libur panjang Nataru. (*)










